PROFIL PIK-R WIDYA KRISNA KENCANA

BAB I

PENDAHULUAN

 

Sehat adalah hak asasi manusia dan merupakan investasi pembangunan sehingga perlu di pelihara, dilindungi dan ditingkatkan kualitasnya melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh semua pihak. Undang-undang No. 23 Tahun 1992 pasal 45 menyebutkan bahwa penyelenggaraan kesehatan sekolah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat, meningkatkan lingkungan sehat, dan mendidik sumber daya menusia berkualitas. Kualitas sumber daya manusia antara lain ditentukan oleh 2 faktor yang satu sama lain saling berhubungan dan saling bergantung, yaitu pendidikan dan kesehatan. Kesehatan merupakan prasyarat utama agar upaya pendidikan berhasil, sebaliknya pendidikan yang diperoleh akan sangat mendukung tercapainya peningkatan status kesehatan seseorang.

Anak sekolah merupakan aset atau modal utama pembangunan dimasa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi  kesehatannya, agar menjadi anak yang beriman, sehat, cerdas, berilmu, kreatif, terampil dan mandiri seta menjadi anak bangsa yang bertanggung jawab. Budaya hidup sehat merupakan salah satu masalah yang sering diperdebatkan di kalangan masyarakat. Itu terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai hidup sehat. Jika saja masyarakat tidak membudayakan hidup sehat sejak dini, maka masyarakat akan menambah data orang sakit di Indonesia. Kebiasaan hidup sehat seharusnya  timbul dari kesadaran diri kita sendiri. Hidup sehat  hendaknya selalu  dilakukan agar semua masyarakat mencapai kesehatan jasmani dan rohani.

Lembaga sekolah sebagai wadah pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas secara utuh, memiliki peranan dalam meningkatkan pembudayaan kesehatan. Hidup sehat pelaksanaannya diberikan melalui peningkatan pengetahuan penanaman nilai dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat dan peningkatan keterampilan dalam melaksanakan hal yang berkaitan dengan pemeliharaan, pertolongan dan perawatan kesehatan serta pemeliharaan lingkungan. Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat yang dikenal dengan nama tiga program pokok UKS (TRIAS UKS). Untuk menindak lanjuti hal tersebut  selain  UKS terdapat wadah yang disebut dengan PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja) yang di dalamnya terdapat TRIAD KRR.

Pada tahun 2007 jumlah remaja umur 10-24 tahun sangat besar  terdapat sekitar 64 juta 28,6% dari jumlah Penduduk  Indonesia sebanyak 222 juta (Proyeksi Penduduk Indonesia  tahun 2000-2025, BPS,Bappens, UNFPA,2005). Disamping jumlah yang besar, transisi yang  dialami remaja. Masalah yang menonjol dikalangan remaja masalah seksualitas (kehambilan yang tidak diinginkan dan aborsi), terinfeksi Penyakit Menular Seksualitas (PMS), HIV dan AIDS, penyalagunaan Napza  dan sebagainya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi  masalah-masalah remaja  diantaranya melalui PIK Remaja. PIK Remaja adalah suatu wadah kegiatan program PKBR(Penyiapan Kehidupan Berkeluarga  Bagi Remaja) yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan  kehidupan berkeluarga. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan  bagi kehidupan masa depan mereka  selanjutnya. Masa remaja seperti ini oleh Bank Dunia  dibagi menjadi 5 hal (Youth five life transitions). Transisi kehidupan yang dimaksud menurut Progress Report Word Bank adalah:

1.                   Melanjutkan sekolah (continue learning)

2.                   Mencari pekerjaan (start working)

3.                   Memulai kehidupan  bekeluarga  (form families)

4.                   Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship)

5.                   Mempraktekkan hidup sehat (practice healthy life)

Program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga  Bagi Remaja ) yang dilaksanakan  berkaitan dengan bidang  kehidupan yang kelima  dari transisi kehidupan  remaja dimaksud, yakni mempraktekkan  hidup secara sehat (practice  healty life). Empat bidang kehidupan lainnya yang akan  dimasuki oleh ramaja  sangat ditentukan olah berhasil tidaknya  remaja mempraktekkan kehidupan yang sehat. Dengan kata lain apabila remaja gagal berperilaku  sehat, kemungkinan  besar remaja  yang bersangkutan akan gagal pada empat bidang  kehidupan yang lain.

 

 

BAB II

GAMBARAN UMUM SMP NEGERI 1 SUSUT

SMP Negeri 1 Susut adalah salah satu sekolah negeri yang ada di kecamatan Susut, dimana sekolah ini berdiri pada tanggal 1 Agustus 1968. Kini SMP Negeri 1 Susut merupakan sekolah berstandar nasional. Sebagai lembaga pendidikan formal SMP Negeri 1 Susut memiliki peran yang sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia yang beriman, cerdas, berbudaya kriya serta sehat jasmani dan rohani yang kelak akan menjadi pelaku kegiatan pembangunan untuk kemajuan bangsa ini.

Menyadari hal tersebut di atas SMP Negeri 1 Susut mulai membangun gedung/ruang dengan pendekatan yang berwawasan lingkungan. Oleh karena itu proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Susut tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas, melainkan juga di luar kelas/halaman sekolah dengan memanfaatkan lingkungan yang ada seperti pemanfaatan taman sekolah, kebun, halaman sekolah, pura yang dilengkapi dengan sarana belajar. Dengan demikian melalui pendekatan berwawasan lingkungan diharapkan akan tercipta lingkungan sekolah yang bersih, sehat, indah dengan tidak mengabaikan kedisplinan bagi seluruh warga sekolah.

2.1 Visi Sekolah

Beriman, Berilmu, Berbudaya Kriya, dalam Kemandirian

Adapun indikator dari perumusan visi tersebut adalah :

v  Memiliki akhlak mulia dan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

v  Berprestasi dalam kejuaraan-kejuaran akademik dan non akademik

v  Memiliki karakter budaya kriya untuk hidup mandiri

v  Memiliki karakter budaya hidup sehat

 

2.2 Misi Sekolah

1. Pengembangan dan pelaksanaan Kurikulum SMP Negeri 1 Susut  yang berorientasi pada peningkatan standar proses, pengelolaan dan manajemen, pendidik, sarana prasarana, pembiayaan, dan penilaian.

2. Pengembangan prestasi yang berorientasi pada peningkatan standar kelulusan dan pencapaian prestasi akademik, bidang ilmiah, seni budaya, dan olahraga.

3. Pembudayaan kehidupan beragama dan penempaan budi pekerti untuk pemantapan  akhlak mulia dan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

4. Pengembangan keterampilan seni kriya dalam membentuk karakter budaya untuk hidup mandiri

5. Pengembangan dan pelaksanaan TRIAS UKS untuk membentuk karakter budaya hidup sehat

 

2.3 Tujuan SMP Negeri 1 Susut

Berdasarkan analisis kondisi pendidikan saat ini, maka Kondisi pendidikan yang diharapkan pada empat tahun yang akan datang yaitu tahun 2008/2009 sampai dengan tahun 2011/2012 adalah :

1.       Tercapai standar kelulusan 100% memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) dengan rata-rata nilai ujian minimal 8,0, berprestasi dalam bidang akademik dan non akademik, berbudaya kriya untuk hidup mandiri, dan memiliki keimanan yang tinggi.

2.       Tercapainya standar kurikulum di sekolah 100% memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP)

3.       Tercapai standar PBM 100% memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP), yaitu pembelajaran yang menggunakan pendekatan Contekstual Teaching and Learning (CTL), menganut prinsip mastery learning.

4.       Tercapai standar pendidik dan tenaga kependidikan 100% memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP)

5.       Tercapai standar sarana prasarana pendidikan 100% memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP)

6.       Tercapai standar pengelolaan pendidikan 100% memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP)

7.       Tercapai standar pembiayaan 100% memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP).

8.       Tercapai standar penilaian 100% memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP)

9.       Terciptanya budaya hidup sehat melalui pelaksanaan TRIAS UKS dan pelestarian lingkungan.

 

2.4 Motto SMP Negeri 1 Susut

Untuk memberikan semangat dan motivasi kepada segenap warga besar SMP Negeri 1 Susut, maka dirumuskanlah motto sekolah yang berbunyi ” Widya Karya Krisna Bumi” yang memiliki makna : SMP N 1 Susut adalah sebuah lembaga pendidian yang mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk dikaryakan dan diabdikan kepada usaha penyelamatan lingkungan dan kesejahteraan umat manusia.

 

2.5 Lambang SMP Negeri 1 Susut

Makna lambang

  1. Bintang warna emas

Keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

  1. Ujung Pena Tajam warna hitam dan Buku warna putih

Sebagai Generasi Brahmacari memiliki ketajaman untuk menuntut ilmu yang siap mengembangkan ilmu pengetahuan pada media apapun

  1. Sepasang tangan dengan tiga jari yang siaga berwarna merah

Mengembangkan generasi yang berbudaya kriya penuh semangat yang membara hasil kerjasama dari tri konsentrasi pendidikan yakni sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

 

  1. Tulisan WIDYA KARYA KRISNA BUMI warna hitam

Motto SMP Negeri 1 Susut

5.   Tulisan SMP N 1 SUSUT warna hitam

Nama Sekolah

  1. Bingkai berbentuk Padma berdaun lima

Azas Pancasila, keseimbangan, dan kemandirian

  1. Warna Dasar hijau

Mengabdikan diri pada usaha bina lingkungan dan kesehatan

2.6 Mars SMP Negeri 1 Susut

 

Di bawah panji, Widya Krisna Bumi

Kami berjanji, mewujudkan manusia beriman

Pada yang kuasa, berbekal pengetahuan

Gapai prestasi disegala bidang, terdepan di seanterio raya

Didik siswa berkarakter

Berbudaya kriya

Sehat jiwa dan raga

Hadapi masa depan

Maju sekolahku

Tuk raih cita-cita kita

Galang terus prestasimu

SMP Negeri 1 Susut

Maju….Maju….Sekolahku…..

SMP Negeri 1 Susut…….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

USAHA KESEHATAN SEKOLAH

 

3.1 Tinjauan tentang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.

Pada tahun 1956 telah dirintis antara Departemen Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Departemen Dalam Negeri dalam bentuk Proyek UKS Perkotaan di Jakarta dan UKS pedesaan di Bekasi. Selanjutnya pada tahun 1970 dibentuk Panitia Bersama Usaha Kesehatan Sekolah, antara Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang ada pada tahun 1980 ditingkatkan menjadi Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Kesehatan, tentang pembentukan Kelompok Kerja Usaha Kesehatan Sekolah (Tim Pembina UKS Propinsi Bali, 2007:3).

Pada tahun 1982 ditandatangani Piagam Kerjasama antar Direktur Jendral Pembinaan Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan dan Direktur Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, tentang pembinaan kesehatan anak dan perguruan agama islam.

Tahun 1984, untuk lebih memantapkan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah secara terpadu, diterbitkanlah Surat Keputusan Bersama (SKB 4 Menteri) antar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia :

1. Nomor 0408a/U/1984; Nomor 319/Menkes/SKB/ VI/1984; Nomor 74/Th/1984; Nomor 60 tahun 1984 tanggal 3 September 1984 tentang pokok kebijakan pembinaan dan pengembangan  Usaha Kesehatan Sekolah

2. Nomor 372a/P/1989; Nomor 390a/Menkes/SKB/VI/1989; Nomor 140 A/Tahun  1989; Nomor  30 A Tahun 1989 tanggal 12 Juni 1989 tentang Tim Pembina UKS.

Tahun 2003, seiring dengan perubahan system pemerintah di Indonesia dari sentralisasi menjadi desentralisasi dan perkembangan dibidang pendidikan dan kesehatan maka dilakukan  penyempurnaan SKB 4 Menteri tahun 1984 menjadi :

a.       Nomor : 1/U/SKB; Nomor 1067/ Menkes/SKB/VII/2003; Nomor MA/230 A/2003, 26 Tahun 2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan UKS.

b.       Nomor : 2/P/SKB; Nomor 1068/ Menkes/SKB/VII/2003; Nomor MA/230 A/2003; 4415 – 404 Tahun 2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Tim Pembina UKS Pusat (Tim Pembina UKS Propinsi Bali, 2007:6).

Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah adalah upaya pendidikan dan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu, sadar, berencana, terarah, dan bertanggung jawab dalam menanamkan, menumbuhkan mengembangkan dan membimbing untuk menghayati, menyenangi dan melaksanakan prinsip hidup sehat dalam kehidupan peserta didik sehari-hari.

Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang No.32 tahun 2004, maka berbagai program pelaksanaan UKS di setiap daerah pada dasarnya sepenuhnya diserahkan kepada Tim Pembina UKS di daerah masing-masing untuk menentukan prioritas programnya, namun berdasarkan pengamatan Tim Pembina UKS pusat ternyata pelaksanaan UKS sampai dengan saat ini dirasakan masih kurang sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga untuk itu perlu dipandang adanya pemberdayaan tatanan UKS pada setiap jaringan dalam rangka memantapkan pelaksanaan program-program UKS, seperti kita ketahui UKS adalah salah satu wadah untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin (Tim Pembina UKS Propinsi Bali, 2007:1).

Dalam UU No. 23 tahun 1992 dinyatakan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan mewujudkan tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Selain itu pada Bab V pasal 45 disebutkan bahwa Kesehatan diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat, sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas.

Sedangkan dalam UU No. 2 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Diantara tujuan tersebut terdapat tujuan yang menyangkut kesehatan baik kesehatan jasmani maupun kesehatan mental sosial, dimana keduanya sangat mempengaruhi terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya.

Pada Kepmenkes  No. 1457 Tahun 2003 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di Kabupaten/Kota, UKS merupakan salah satu program yang telah ditetapkan SPM nya, dan ini berarti bahwa UKS merupakan salah satu program yang wajib dilaksanakan di Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Untuk itu pemerintah daerah wajib menyiapkan anggaran untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam standar pelayanan minimal secara nasional (Tim Pembina UKS Propinsi Bali, 2007:2).

Mengacu pada SPM tersebut pemerintah daerah povinsi dan kabupaten/kota berkewajiban menyediakan dana dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) provinsi, kabupaten/kota dan sumber lain untuk melaksanakan program di wilayah kerjanya dan hasilnya akan menjadi salah satu point yang harus dipertanggung jawabkan oleh Gubernur dan Bupati, wali kota kepada rakyat melalui Dewan Perwakilan Rakyat Propinsi dan Kabupaten/Kota masing-masing.

Salah satu modal pembangunan nasional adalah sumber daya manusia yang berkualitas yaitu sumber daya manusia yang sehat fisik, mental dan sosial serta mempunyai produktifitas yang optimal. Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat fisik, mental dan social serta mempunyai produktifitas yang optimal diperlukan upaya-upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan secara terus menerus yang dimulai sejak dalam kandungan, balita, usia sekolah sampai dengan usia lanjut.

Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada peserta didik (usia sekolah), yang merupakan salah satu mata rantai yang penting dalam meningkatkan kualitas fisik penduduk .

Tujuan UKS adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan diciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pertumbuhan manusia Indonesia seutuhnya.

Sedangkan secara khusus tujuan UKS adalah untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat kesehatan peserta didik yang didalamnya mencangkup;

a.       Memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan melaksanakan prinsip hidup sehat, berpartisifasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah dan di perguruan agama, di rumah tangga, maupun di lingkungan masyarakat;

b.       Sehat, baik dalam arti fisik, mental, sosial maupun lingkungan; dan

c.       Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk, penyalah gunaan narkoba, alkohol dan kebiasaan merokok serta hal-hal yang berkaitan dengan masalah pornografi dan masalah sosial lainnya(Tim Pembina UKS Propinsi Bali, 2007:8).

Tujuan pembinaan dan pengembangan UKS adalah agar pengelolaan UKS mulai dari pusat sampai ke daerah dan sekolah/ madrasah dilaksanakan secara terpadu, terarah, intensif, berkeseimbangan sehingga diperoleh hasil yang optimal.

Sasaran pembinaan dan pengembangan UKS meliputi;

  1. Sasaran primer : peserta didik
  2. Sasaran sekunder : guru, pamong belajar/ tutor orang tua, pengelola pendidikan dan pengelola kesehatan, serta TP UKS disetiap jenjang
  3. Sasaran tersier : lembaga pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah sampai pada sekolah lanjutan tingkat atas, termasuk suatu pendidikan luar sekolah dan perguruan agama serta pondok pesantren beserta lingkungannya.

 

3.2. TRIAS UKS

Ruang lingkup UKS tercermin dalam Tiga Program Pokok Usaha Kesehatan Sekolah (TRIAS UKS), seperti tertuang dalam pedoman pembinaan dan pengembangan UKS yang disusun oleh Tim Pembina UKS Propinsi Bali, yaitu sebagai berikut:

 

Pendidikan kesehatan

a. Tujuan Pendidikan Kesehatan

Tujuan pendidikan kesehatan ialah agar peserta didik :

1) memiliki pengetahuan tentang ilmu kesehatan, termasuk cara hidup sehat dan          teratur;

2)  memiliki nilai dan sikap yang positif terhadap prinsip hidup sehat;

3) memiliki keterampilan dalam melaksanakan hal yang berkaitan dengan pemeliharaan, pertolongan, dan perawatan kesehatan;

4) memiliki kebiasaan hidup sehari-hari yang sesuai syarat kesehatan;

5) memiliki kemampuan dan kecakapan ( Life Skills ) untuk berprilaku hidup sehat dan kehidupan sehari-hari;

6) memiliki pertumbuhan termasuk bertambahnya tinggi badan dan berat badan secara harmonis ( Proporsional );

7) mengerti dan dapat menerapkan prinsip-prinsip pengutamaan pencegahan penyakit dalam kaitannya dalam kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.

8) memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar ( Narkoba, arus informasi dan gaya hidup yang tidak sehat ).

9) memiliki tingkat kesegaran jasmani yang memadai dan derajat kesehatan yang optimal serta mempunyai daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit.

b.   Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan

Pelaksanaan pendidikan kesehatan diberikan melalui kegiatan kurikuler. Pelaksanaan pendidikan kesehatan melalui kegiatan kurikuler adalah pelaksanaan pendidikan pada jam pelajaran. Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan sesuai dengan Kurikulum Satuan Pendidikan ( KTSP ) khususnya pada standar isi yang telah diatur dalam Peraturan Mendiknas nomor 22 tahun 2006 pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), pelaksanaan pendidikan kesehatan melalui kegiatan kurikuler adalah pelaksanaan pendidikan  pada jam  pelajaran. Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP) Khususnya pada standar isi yang telah diatur dalam Peraturan Mendiknas nomor 22 tahun 2006 pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani , Olahraga dan Kesehatan, dimana untuk pendidikan kesehatan pelaksanaannya dilakukan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, penanaman kebiasaan hidup sehat,  terutama  melalui pemahaman penafsiran konsep-konsep yang berkaitan dengan prinsip hidup sehat. Materi pendidikan kesehatan mencakup : memahami pola makanan sehat, memahami perlunya keseimbangan gizi, memahami berbagai penyakit menular seksual;  mengenal bahaya seks bebas, memahami berbagai penyakit menular yang bersumber dari lingkungan yang tidak sehat, memahami cara menghindari bahaya kebakaran dan memahami cara menghadapi berbagai bencana alam. Juga dilakukan melalui kegiatan-kegiatan Ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk kegiatan pada waktu libur) yang dilakukan ataupun diluar sekolah dengan tujuan antara lain untuk memperluas pengetahuan dan ketrampilan siswa serta melengkapi upaya pembinaan manusia Indonesia seutuhnya. Kegiatan ekstrakurikuler mencakup kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat (UKS). Adapun kegiatan tersebut antara lain.

1)      Kegiatan eksrakurikuler yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan antara lain : wisata siswa;  kemah (persami);  ceramah diskusi;  lomba-lomba antar kelas maupun antar sekolah;; bimbingan hidup sehat; warung sekolah sehat ;  apotik hidup; dan  kebun sekolah

2)      Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan (sekaligus merupakan upaya pendidikan) bimbingan hidup sehat berupa:

(a)     Penyuluhan ketrampilan, latihan ketrampilan antara lain  dokter kecil ; kader kesehatan remaja; Palang Merah Remaja (PMR); Saka Bakti Husada/ Pramuka / Santri Husada ;

(b)     Membantu kegiatan posyandu pada masa liburan sekolah

3)      Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat.

a)       Kerja bakti kebersihan

b)       Lomba sekolah sehat

c)       Lomba yang berhubungan dengan masalah kesehatan lingkungan

d)       Pembinaan kebersihan lingkungan mencakup pemberantasan sumber penularan penyakit

e)       Piket sekolah seperti dengan pelaksanaan 7K

c.  Pendekatan dan Metode

1) Pendekatan

Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam rangka melaksanakan pendididkan kesehatan antara lain ialah :

a) Pendekatan individual ;

b) Pendekatan kelompok ;

(a)                 kelompok kelas

(b)                 kelompok bebas, dan

(c)                 lingkungan keluarga

Agar tujuan pendidikan kesehatan bagi para peserta didik dapat tercapai secara optimal, dalam pelaksanaannya hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: sesuai dengan tingkat kemampuan dan perbedaan individual peserta didik; diupayakan sebanyak-banyaknya melibatkan peran aktif peserta didik ; sesuai dengan situasi dan kondisi setempat; selalu mengacu pada tujuan pendidikan kesehatan termasuk upaya alih teknologi; memperhatikan kebutuhan pembangunan nasional; mengikuti/memperhatikan perkembangan ilmu pengetahiuan dan teknologi.

2)       Metode

Dalam proses belajar mengajar guru dan pembina dapat menggunakan metode yakni belajar kelompok; kerja kelompok/ penugasan; diskusi;  belajar perorangan;  pemberian tugas;    pemeriksaan langsung; karyawisata;  bermain peran; ceramah; demonstrasi;  tanya jawab; simulasi;  dramatisasi  dan bibimbingan (konseling)

 

Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan adalah upaya peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), pengobatan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilakukan terhadap peserta didik dan lingkungannya.

a.  Tujuan Pelayanan Kesehatan

Tujuan pelayanaan kesehatan ialah :

1)       Meningkatkan kemampuan dan keterampilan melakukan tindakan hidup sehat          dalam  rangka membentuk prilaku hidup sehat

2)       Meningkatkan daya tahan tubuh peserta didik terhadap penyakit dan mencegah terjadinya penyakit,  kelainan dan cacat

3)       Menghentikan proses penyakit dan pencegahan komplikasi akibat penyakit/ kelainan pengembalian fungsi dan peningkatan kemampuan peserta didik yang cedera/cacat agar dapat berfungsi optimal

b.  Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan

Pelaksanaan pelayanan kesehatan dilakukan melalui :

1) Kegiatan Peningkatan (Promotif)

Kegiatan peningkatan (promotif) dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dan latihan ketrampilan yang dilaksanakan secara ekstrakurikuler yaitu :

a).  Latihan ketrampilan teknis dalam rangka pemeliharaan    kesehatan, dan pembentukan peran serta aktif peserta didik dalam pelayanan kesehatan, antara lain  dokter kecil ; kader kesehatan remaja;  PMR, Palang Merah Remaja dan Saka Bakti Husada/ Pramuka

b). Pembinaan saranma keteladanan yang ada dilingkungan sekolah antara lain  Pembinaan warung sekolah sehat ; lingkungan sekolah yang terpelihara dan bebas dari faktor pembawa penyakit

c).  Pembinaan keteladanan berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

2)       Kegiatan Pencegahan (preventif)

Kegiatan pencegahan dilaksanakan melalui kegiatan peningkatan daya tahan tubuh, kegiatan pemutusan mata rantai penularan penyakit dan kegiatan penghentian proses penyakit pada tahap dini sebelum timbul penyakit, yaitu :

a)             Pemeliharaan kesehatan yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus untuk penyakit-penyakit tertentu, antara lain demam berdarah, kecacingan, muntaber.

b)             Penjaringan (screening) kesehatan bagi anak yang baru masuk sekolah.

c)             Pemeriksaan berkala kesehatan setiap 6 bulan

d)             Mengikuti (memonitor/memantau) pertumbuhan peserta didik.

e)             Imunisasi peserta didik kelas I dan kelas VI di sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah.

f)              Usaha pencegahan penularan penyakit dengan jalan membrantas sumber infeksi dan pengawasan kebersihan lingkungan sekolah dan perguruan agama.

g)             Konseling kesehatan remaja di sekolah dan perguruan agama oleh kader kesehatan sekolah, guru BP  dan guru agama, puskesmas oleh dokter puskesmas atau tenaga kesehatan lain.

3)       Kegiatan penyembuhan dan pemulihan (Kuratif dan Rehabilitatif)

Kegiatan penyembuhan dan pemulihan dilakukan melalui kegiatan mencegah komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit atau untuk mendekatkan kemampuan peserta didik yang cedera atau cacat agar dapat berfungsi optimal yaitu  diagnosa dini ; pengobatan ringan ; pertolongan pertama pada kecelakaan dan pertolongan pertama pada penyakit  dari rujukan medik.

c. Metode Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan di sekolah, dilakukan sebagai berikut:

1.       Sebagian kegiatan pelayanan kesehatan dapat didelegasikan kepada guru apabila di sekolah sudah ada guru yang telah ditatar atau dibimbing tentang UKS oleh Puskesmas. Kegiatan yang dapat didelegasikan itu adalah kegiatan promotif, preventif dan kuratif sederhana yang dilakukan pada saat kecelakaan atau penyakit. Dalam hal ini kegiatan tersebut selain menjadi kegiatan pelayanan, juga menjadi kegiatan pendidikan. Kegiatan pelayanan kesehatan ini diawasi oleh Puskesmas.

2.       Sebagian lagi kegiatan pelayanan kesehatan hanya boleh dilakukan oleh petugas Puskesmas dan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan secara terpadu (antara Kepala Sekolah dan petugas puskesmas). Pelayanan kesehatan Puskesmas, diberikan bagi peserta didik yang dirujuk dari sekolah (khusus untuk kasus yang dapat diatasi di sekolah). Untuk itu perlu diadakan kesepakatan dalam rapat perencanaan tentang pembiayaan peserta didik yang rujuk di puskesmas. Sekolah sebaiknya mengupayakan dana UKS untuk pembiayaan yang diperlukan agar masalah pembiayaan tidak menghambat pelayananan pengobatan yang diberikan. Untuk itu setiap peserta didik sejak kelas 1 harus memiliki buku/kartu rujukan yang dapat dipakai sampai tamat sekolah. Tugas dan fungsi Puskesmas adalah melaksanakan kegiatan pembinaan kesehatan dalam rangka usaha kesehatan sekolah di sekolah dan perguruan agama yang mencakup:

1)       memberikan pencegahan terhadap sesuatu penyakit dengan imunisasi dan lainnya yang dianggap perlu;

2)       merencanakan pelaksanakan kegiatan dengan pihak yang berhubungan dengan peserta didik (kepala sekolah, guru, orang tua peserta didik dan lain-lan);

3)       memberikan bimbingan teknis medis kepada kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan Usaha Kesehatan Sekolah;

4)       memberikan penyuluhan tentang kesehatan pada umumnya dan UKS pada khususnya kepada Kepala Sekolah, guru, dan pihak lain dalam rangka meningkatkan peran serta dalam pelaksanaan UKS;

5)       memberikan pelatihan/penataran kepada guru UKS dan kader UKS (Dokter Kecil dan Kader Kesehatan Remaja);

6)       melakukan penjaringan dan pemeriksaan berkala serta perujukan terhadap kasus-kasus tertentu yang memerlukannya ;

7)       memberikan pembinaan dan pelaksanaan konseling;

8)       menginformasikan kepada kepala sekolah tentang derajat kesehatan dan tingkat kesegaran jasmani peserta didik dan cara peningkatannya; dan

9)       menginformasikan secara teratur kepada tim pembina UKS setempat meliputi  segala kegiatan pembinaan kesehatan yang telah, sedang, dan akan dilakukan ; permasalahan yang dialami dan lain-lain penyelenggaraan pembina kesehatan di sekolah dan saran untuk menanggulanginya .

Metode yang dipergunakan ialah penataran dan pelatihan ; bimbingan kesehatan dan bimbingan khusus (konseling); penyuluhan kesehatan; pemeriksaan langsung dan pengamatan (observasi)

 

Pembinaan Lingkungan  Sekolah Sehat

Program pembinaan lingkungan sekolah sehat mencakup hal-hal sebagai berikut:

a. Program Pembinaan Lingkungan Sekolah

1).  Lingkungan Fisik Sekolah. Program pembinaan lingkungan fisik sekolah meliputi  penyediaan air bersih; pemeliharaan penampungan air bersih; pengadaan dan pemeliharaan tempat pembuangan sampah;  pengadaan dan pemeliharaan air limbah; pemeliharaan wc/jamban;  pemeliharaan kamar mandi; pemeliharaan kebersihan dan kerapian ruang kelas, ruang perpustakaan, dan ruang ibadah; pemeliharaan kebersihan dan keindahan halaman dan kebun sekolah (termasuk penghijauan sekolah);  pengadaan dan pemeliharaan warung/kantin sekolah dan pengadaan dan pemeliharaan pagar sekolah.

2). Lingkungan Mental dan Sosial

Program pembinaan lingkungan mental dan sosial yang sehat dilakukan melalui usaha pemantapan sekolah sebagai lingkungan pendidikan (Wiyata Mandala) dengan meningkatkan pelaksanaan konsep ketahanan sekolah (7K), sehingga tercipta suasana dan hubungan kekeluargaan yang akrab dan erat antara sesama  warga sekolah. Selain peningkatan pelaksanaan konsep 7K program pembinaan dilakukan dalam bentuk kegiatan antara lain konseling kesehatan; bakti sosial masyarakat sekolah terhadap lingkungan; perkemahan; penjelajahan/hiking/darmawisata; teater; musik; olahraga;  kepramukaan; PMR; Dokter Kecil; KKR;  karnaval; bazar; dan lomba.

 

 

b.       Pembinaan Lingkungan Keluarga

Pembinaan lingkungan keluarga bertujuan  untuk meningkatkan pengetahuan orang tua peserta didik tentang hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan dan meningkakan kemampuan dan partisipasi orang tua peserta didik dalam pelaksanaan hidup sehat. Pembinaan lingkungan keluarga dapat dilakukan antara lain dengan kunjungan rumah yang dilakukan oleh pelaksanaan UKS dan ceramah kesehatan yang dapat dilaksanakan di sekolah dengan bekerjasama dengan dewan sekolah, atau dipadukan dengan kegiatan di masyarakat

c.       Pembinaan Masyarakat Sekitar

1)       Pembinaan dengan cara pendekatan kemasyarakatan dapat dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pondok pesantren, guru, pembina UKS. Misalnya dengan jalan membina hubungan baik/bekerjasama dengan masyarakat/LKMD/ dewan kelurahan, ketua RT/RW, dan organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya.

2)       Penyelenggaraan ceramah tentang kesehatan dan pentingnya arti pembinaan lingkungan sekolah sebagai lingkungan belajar yang sehat. Untuk ini masyarakat diundang ke sekolah. Pembicara dapat dimintakan dari Puskesmas, pemerintah daerah setempat, narasumber lainnya misalnya dari LSM.

3)       Penyuluhan massa baik secara tatap muka maupun melalui media cetak dan audio visual;

4)       Menyelenggarakan proyek panduan di sekolah/madrasah/pondok pesantren.

 

3.3 Mars UKS

 

Satukan langkah menggapai cita

Usaha kesehatan sekolah

Kebersihan diri dan lingkungan dijaga

Buang segala sampah pada tempatnya

Berolah raga dengan teratur

Berbadan sehat dan berbudi luhur

Demi menatap masa depan bangsa

Galakkan UKS sepanjang masa

Tri program UKS jadi landasan

Pendidikan kesehatan dilaksanakan

Pelayanan kesehatan kita terapkan

Lingkungan sekolah sehat, ayo diwujudkan!

UKS tumbuhkan siswa cerdas kuat

Berjiwa tangguh bergaya hidup sehat

Sikap hormat pada guru dan orang tua

Beriman dan cinta sesama kita

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

TINJAUAN TENTANG PIK-R

4.1 Pengertian Dan Batasan

Pusat Informasi dan Koneling Remaja (PIK Remaja ) adalah suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang Perencanaan Kegiatan Berkeluarga  Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya. PIK Remaja, nama generik  ini dapat dikembangkan dengan nama-nama yang sesuai  dengan kebutuhan program selera remaja setempat. Kesehatan Reproduksi Remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut system reproduksi (fungsi, komponen dan proses ) yag dimiliki oleh remaja baik secara fisik, metal, emosional dan spiritual.

Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja adalah suatu program untuk memfasilitasi terwujudnya Tegar Remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari risiko TRIAD KRR (Seksualitas, Napza, HIV dan AIDS), menunda usia pernikahan, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga  untuk mewujudkan Keluarga Kecil Sejahtera  serta menjadi contoh, model, idola dan sumber informasi dbagi teman sebayanya. TRIAD KRR adalah tiga risiko yang dihadapi ole remaja, yaitu risiko-risik yang berkaitan  dengan Seksualitas, Napza, HIV dan AIDS.

Risiko Seksualitas adalah sikap dan prilaku seksual remaja yang berkaitan  dengan Infeksi Menular Seksual (IMS), Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), aborsi risiko perilaku seks sebelum nikah. HIV adalah singkatan dari Human immunodeficiency virus,yaitu virus yang menurunkan system kekebalan tubuh manusia. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome,yaitu kumpulan dari berbagai gejala  penyakit akibat turunnya kekebalan tubuh individu yang didapat akibat HIV.

Napza adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat adiktif lainya, yaitu zat-zat kimiawi yang dimaksud kedalam tubuh manusia baik secara oral (melalui mulut) , dihirup (dari hidung ), atau disuntik  yang menimbulkan efek tertentu terhadap fisik, mental dan ketergantungan. Remaja (Adolescent) adalah penduduk usia10-19 tahun (WHO); Pemuda (Yuoth) adalah penduduk usia 15-24 tahun (UNFPA); Orang Muda (Young people) adalah penduduk usia 10-24 tahun (UNFPdan WHO); Generasi Muda (Young Generation ) adalah penduduk usia 12-24 tahun (world Bank). Remaja sebagai sasaran program PKBR adalah penduduk usia 10-24 tahun yang belum menikah.

Pendidik Sebaya PKBR  adalah remaja yang mempunyai komitmen dan motivasi yang tinggi sebagai nara sumber bagi kelompok remaja sebayanya dan telah mengikuti pelatihan Pendidik Sebaya PKBR dengan mempergunakan Modul dan kurikulum standard yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis.

Konselor Sebaya PKBR adalah pendidik sebaya yang punya komitmen dan motivasi yang tinggi untuk memberikan konseling PKBR bagi kelompok remaja sebayanya yang telah mengkuti pelatihan  konseling PKBR dangan mempergunakan Modul dan Kurikulum Standard yang telah disusun olah BKKBN atau yang sejenis.

Pengelola PIK Remaja adalah pemuda/remaja yang punya komitmen dan mengelola langsung PIK Remaja  serta telah mengikuti pelatihan  dengan mempergunakan Modul dan Kurikulum Standard yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis.Pengelola PIK Remaja terdiri dari Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya.

 

4.2 Sasaran Dan Ruang Lingkup

a.       Sasaran (audience)

Sasaran yang terkait dengan pembentukan, pengembangan, pengelolaan, pelayanan dan pembinaan  PIK Remaja, sebagai berikut;

1)       Pembina

Pembinaan PIK Remaja adalah seseorang yang mempunyai keperdulian yang tinggi terhadap masalah-masalah remaja, member dukungan dan aktif membina  PIK Remaja, baik yang berasal dari Pemerintah, Lambaga Swadaya Masyarakat(LSM) atau organisasi kepemudaan/remaja lainnya, seperti:

a)         Pemerintah: Kepala desa/lurah, camat, bupati, walikot, pimpinan SKPDKB.

b)         Pimpinan LSM: pimpinan kelompok-kelompok organisasi masyarakat

(seperti: pengurus masjid, pastor, pendeta, pedand,biksu) dan pimpinan kelompok dan organisasi pemuda.

c)         Pimpinan media massa (surat kabar, majalah, radio, dan TV).

d)         Rektor/Dekan, kepala SLT, SLT, pimpinan pondok pesantren,komite

sekolah.

e)         Orang tua, melalui program Bima Keluarga Remaja (BKR), majelis ta’lim, program PKK.

f)          Pimpinan kelompok sebaya melalui program Karang Taruna, pramuka, remaja masjid/gereja/wihara.

 

2)       Pengelolaan PIK Remaja

Pengelolaan PIK Remaja adalah pemuda/remaja yang punya komitmen dan mengelola langsung PIK remaja serta telah mengikuti pelatihan dengan mempergunakan modul kurikulum standar d yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis.Pengelola PIK remaja terdiri dari Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, Pendidik Sabaya dan Konselor Sebaya.

 

b.         Ruang Lingkup

Ruang lingkup PIK Remaja meliput aspek-aspek kegiatan pemberian informasi PKBR, Pendewasaan Usia Perkawinan, Keterampilan Hidup (Life Skills), pelayanan konseling, rujukan, pemgembangan jaringan dan  dukungan, dan kegiatan-kegiatan pendudung lainnya  sesuai dengan cirri dan minat remaja.

PIK Remaja  tidak mengikuti  tingkatan wilayah administrasi  seperti tingkat desa,tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/ kota atau provinsi. Artinya PIK Remaja dapat melayani remaja  lainnya yang berada di luar lokasi wilayah administrasinya. PIK Remaja dalam penyebutannya bias dikaitkan dengan tempat dan intitusi pembinaanya seperti PIK Remaja sekolah, PIK Remaja masjid, PIK Remaja pesantren, dan lain-lain.

 

4.3 Arah Pengembagan dan Pengelolan PIK Remaja

Agar peningkatan akses dan  kualitas pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja bisa tercapai, maka pengembangan  dan pengelolaan PIK Remaja diarahkan  sebagai berikut:

1.    Menjadikan PIK Remaja yang dikembangkan dan dikelola dari.oleh dan untuk remaja.

2.    Menjadikan PIK remaja sebagai sumber informasi yang memperjelas pengetahuan, dan keterampilan remaja tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

3.    Menjadian seluruh  kegiatan PIK remaja yang Ramah Remaja (adolescents friendly).

4.    Menjadikan PIK Remaja sebagai wadah untuk mengintegrasikan upaya peningkatan assets pengembangan resources.

 

4.4 Tahapan Pengembangan dan Pengelolaan PIK Remaja

Dalam Upaya mencapai tujuan pengembangan dan pengelolaan PIK Remaja  di atas, maka PIK Remaja  dikembangkan melalui 3 (tiga ) tahap  Tumbuh, Tegak, dan Tegar. Proses pengembangan dan pengelolaan  masing-masing tahapan  tersebut didasarkan pada 1)  Materi dan isi pesan (assets ) yang diberikan; 2) Ciri kegiatan yang dilakukan ; dan 3) Dukungan dan jaringan  (resources) yang dimiliki.

A. Ciri-ciri Tahapan

1. PIK Remaja  Tahap Tumbuh

a.    Materi  dan Isi  Pesan (assets ) yang diberikan:

1)    TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan

2)    Pendalaman Materi  TRIAD KRR  dan Pedewasaan Usia Perkawinan.

3)    Pemahaman tentang Hak-hak Reproduksi.

b.    Kegiatan yang dilakukan:

1)    Kegiatan dilakukan ditempat PIK Remaja

2)    Bentuk aktifitas  bersifat penyadaran (KIE) di dalam lokasi PIK Remaja berada, Misalnya penyuluhan individu dan kelompok.

3)    Menggunakan media cetak

4)    Melakukan pencetakan dan pelaporan sesuai dengan formulir (terlampir).

c.    Dukungan jaringan (resources) yang dimiliki:

1)    Ruang khusus

2)    Memiliki papan nama, ukuran minimal 60 cm x 90 cm, dan dipasang ditempat yang mudah dilihat oleh khalayak.

3)    Struktur pengurusan paling tidak memiliki: Pembina, Ketua, bidang Administrasi, Bidang Program  dan Kegiatan PS dan KS

4)    Dua orang Pendidik Sebaya yang dapat diakses

5)    Lokasi PIK Remaja mudah diakses dan disukai oleh remaja.

 

2. PIK Remaja  Tahap Tegak

a.    Materi dan Isi Pesan (assets) yang diberikan:

1)    Triad KRR dan Pedewasaan Usia Perkawinan.

2)    Pendalaman materi Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan.

3)    Pemahaman tentang Hak-hak Reproduksi

4)    Keterampilan hidup (Life Skills)

5)    Keteramilan advokasi.

b.    Kegiatan yang dilakukan:

1)    Kegiatan dilakukan dalam dan diluar PIK Remaja

2)    Bentuk aktifitas bersifat Panyadaran(KIE) didalam lokasi  PIK remaja berada, misalnya penyuluhan individu dan kelompok.

3)    Bentuk aktifitas bersifat Panyadaran (KIE) diluar PIK Remaja, antara  lain:

a.    Sosialisasi dan dialog interaktif melalui radio/TV.

b.    Press gathering

c.    Pemberian Inormasi PKBR dan KRR oleh Pendidik Sebaya kepada remaja seperti di pasar, jalanan, sekolah, masjid, gereja, vihara dan banjar, dan lain-lain.

d.    Seminar PKBR

e.    Road Show PKBR sekolah, masjid, gereja,vihara, banjar dan lain-lain.

f.      Promosi  PIK Remaja melalui TV, radio majalah, surat kabar.

g.    Pemberian infornasi PKBR momentum strategis (pentas seni, hari-hari besar nasional  dan daerah , Hari Keluarga Nasional, Hari Remaja, Hari Anti Narkoba, Hari AIDS, Kemah Bakti Pramuka, dan Gerakan Penghijauan).

h.    Diskusi anti kekerasan dalam rumah tangga,

i.      Sosialisasi PKBR bagi calon pengantin

j.      Penyampaian informasi PKBR  melalui Mobil Unit  Penerangan (Mupen)

Untuk melakukan kegiatan  di luar PIK Remaja  diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

a.    Mempelajari materi yang akan disampaikan.

b.    Mempersiapkan alat bantu atau sarana yang diperlukan.

c.    Mengetahui karakteristik  sasaran

d.    Melakukan Koordinasi dengan penyelenggara kegiatan.

 

4)    Melakukan konseling PKBR malalui sma, telepon, tatap muka dan surat menyurat.

5)    Menggunakan media cetak danelektronik

6)    Melakukan pencatatandan pelaoporan  sesuai dengan formulir(terampir).

7)    Melakukan advokasi dan promosi  PIK Remaja  untuk mengembangkan  jaringan pelayanan.

8)    Melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat remaja untuk dating ke PIK remaja, antara lain:

a)    Pendamping kepada remaja  penyalaguna napza, hamil diluar nikah, dan HIV positif

b)    Bedah film

c)    Pelatihan penyiapan karir, contoh: membuat lamaran pekerjaan, kursus bahasa inggris, browsing interne, dan lain-lain.

d)    Lintas alam/out bound

e)    Bimbingan belajar siswa SLTP/SLTA

f)      Pendataan temaja yang menagalami risiko TRIAD (Kehambilan  tidak diinginkan, penyalaguna napza dan HIV Positif).

g)    Studi banding

h)    Kegiatan Ekonomi produktif(peternakan, pertanian, menjahit, warung gaul  dan sembako, rental computer, pemberian les/privat kepada ramaja setempat, pembuatan pin, salon  dll)

i)      Kegiatan olah raga(jalan santai gerak jalan, voli, basket, senam) dan kesenian (musik, drama, panduan suara, teater).

j)      Presentasi pengalaman kegiatan PKBR pada PIK Remaja yang baru dibentuk.

k)    Aneka Lomba (pidato, drum  band, band, likes, karaoke, karikatur, seni islamii, cerdas cermat, dan bedah khusus).

l)      Pemberian Penghargaan kepada pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya.

m)  Jambore PIK Remaja

n)    Pelayanan pemeriksaan gigi atau konsultasi kecantikan

o)    Integrasi kegiatan PIK Remaja dengan pertemuan rutin pramuka.

p)    Integrasi kegiatan PIK Remaja dengan palayanan dasar kesehatan.

 

c.         Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki:

1)    Ruang sekretariata dan ruang pertemuan

2)    Stuktur pengurus paling tidak memiliki : pembinaan, Ketua, Bidang Administrasi, BIdang Program dan Kegiatan, PS dan KS

3)    Memiliki papan mana, ukuran  60 cm x 90 cm dan dipasang ditempat yang mudah terlihat oleh khalayak.

4)    Empat orang Pendidik Sebaya yang dapat diakses

5)    Lokasi mudah diakses  dan disukai oleh remaja

6)    Dua orang  Kenselor Sebaya yang dapat diakses

7)    Jaringan mitra kerja dengan pelayanan medis dan non medis

 

3. PIK Remaja Tahap Tegar

a.    Materi dan Isi Pesan (assest ) yang diberikan:

1)         TRIAD KRR dan Pedewasaan Usia Perkawinan.

2)         Pendalaman materi tRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan.

3)         Pemahaman tentang Hak-hak Reproduksi

4)         Keterampilan hidup (Life Skills)

5)         Keterampilan advokasi

b.    Kegiatan Yag Dilakukan

1)       Kegiatan dilakukan dalam dan diluar PIK Remaja

2)       Bentuk aktifitas bersifat Panyadaran(KIE) didalam lokasi  PIK remaja berada, misalnya penyuluhan individu dan kelompok.

3)       Bentuk aktifitas bersifat Panyadaran (KIE) diluar PIK Remaja, antara  lain:

a.    Sosialisasi dan dialog interaktif melalui radio/TV.

b.    Press gathering

c.    Pemberian Inormasi PKBR dan KRR oleh Pendidik Sebaya kepada remaja seperti di pasar, jalanan, sekolah, masjid, gereja, vihara dan banjar, dan lain-lain.

d.    Seminar PKBR

e.    Road Show PKBR sekolah,masjid, gereja,vihara, banjar dan lain-lain.

f.     Promosi  PIK Remaja melalui TV, radio majalah, surat kabar.

g.    Pemberian infornasi PKBR momentum strategis (pentas seni, hari-hari besar nasional  dan daerah , Hari Keluarga Nasional, Hari Remaja, Hari Anti Narkoba, Hari AIDS, Kemah Bakti Pramuka, dan Gerakan Penghijauan).

h.    Diskusi anti kekerasan dalam rumah tangga,

i.      Sosialisasi PKBR bagi calon pengantin

j.      Penyampian informasi PKBR dan KRR melalui mobil  Unit Penerangan (Mupen)

4)       Melakukan konseling PKBR malalui sma, telepon, tatap muka dan surat menyurat.

Untuk melakukan kegiatan  di luar PIK Remaja  diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

a.    Mempelajari materi yang akan disampaikan.

b.    Mempersiapkan alat bantu atau sarana yang diperlukan.

c.    Mengetahui karakteristik  sasaran

d.    Melakukan Koordinasi dengan penyelenggara kegiatan.

5)       Menggunakan media cetak danelektronik

6)       Melakukan pencatatandan pelaoporan  sesuai dengan formulir  Panduan  Pengelolaan PIK Remaja.

7)       Melakukan advokasi dan promosi  PIK Remaja  untuk mengembangkan  jaringan pelayanan.

8)    Melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat remaja untuk dating ke PIK remaja, antara lain:

a)    Pendamping kepada remaja  penyalaguna napza, hamil diluar nikah, dan HIV positif

b)    Bedah film

c)    Pelatihan penyiapan karir, contoh: membuat lamaran pekerjaan, kursus bahasa inggris, browsing interne, dan lain-lain.

d)    Lintas alam/out bound

e)    Bimbingan belajar siswa SLTP/SLTA

f)      Pendataan temaja yang menagalami risiko TRIAD (Kehambilan  tidak diinginkan, penyalaguna napza dan HIV Positif).

g)    Studi banding

h)    Kegiatan Ekonomi produktif(peternakan, pertanian, menjahit, warung gaul  dan sembako, rental computer, pemberian les/privat kepada ramaja setempat, pembuatan pin, salon  dll)

i)      Kegiatan olah raga(jalan santai gerak jalan, volli, basket, senam) dan kesenian (musik, drama, panduan suara, teater).

j)      Presentasi pengalaman kegiatan PKBR pada PIK Remaja yang baru dibentuk.

k)    Aneka Lomba (pidato, drum  band, band, likes, karaoke, karikatur, seni islamii, cerdas cermat, dan bedah khusus).

l)      Pemberian Penghargaan kepada pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya.

m)   Jambore PIK Remaja

n)    Pelayanan pemeriksaan gigi atau konsultasi kecantikan

o)    Integrasi kegiatan PIK Remaja dengan pertemuan rutin pramuka.

p)    ntegrasi kegiatan PIK Remaja dengan palayanan dasar kesehatan.

9)       Pengelola PIK Remaja mempunyai akses  pada jaringan internet (jaringan tidak harus  di dalam PIK  Remaja ) atau PIK Remaja  telah memiliki jaringan  internet tersendiri.

c.    Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki:

1)    Ruang sekretariat dan ruang pertemuan

2)    Struktur pengurus paling tidaj memliki : Pembinaan, Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan PS dan KS.

3)    Memiliki papan nama, ukuran 60 cm x 90 cm  dan di pasang ditempat  yang mudah terlihat  oleh khalayak.

4)    Empat orang Pendidik Sebaya  yang dapat diakses

5)    Lokasi mudahdiakses  dan di sukai oleh remaja.

6)     Jaringan Mitra kerja  dengan pelayanan medis  dan non medis

7)    Empat orang Pendidik Sebaya  yang dapat diakses

8)    Memiliki hotline/ SMS  konseling

9)    Memiliki Perpustakaan tersendiri

10)Jaringan  dengan:

a)    Kelompok  Remaja Sebaya

b)    Orang Tua

c)    Guru-guru sekolah

d)    PIK Remaja  lain, dan lain-lain

11)   Organisasi induk Pembina PIK Remaja

 

4.5 Mekanisme Pengelolaan PIK Remaja

A. Membentuk PIK Remaja

1.     Tujuan:

Pembentukan PIK  Remaja dilingkungan remaja (desa ,sekolah ,pesantren ,tempat kerja ,dan,lain –lain )bertujuan untuk memberikan informasi  PKBR,Keterampilan Hidup (life skells), pelayanan konseling dn rujukan PKBR untuk mewujudkan Tegar Remaja dalam rangka tercapainya keluarga Kecil Bahagia Sejahtera .

 

 

2.    Sasaran (Audience)

Dalam rangka pembentukan PIK Remaja ,pihak-pihak terkait (stakeholders) yang menjadi sasaran antara lain:

a.             Sasaran utama                      : Kelompok –kelompok remaja

b.             Sasaran Pengaruh     : Aktifitas remaja ,institusi pemuda ,pendidikan

sebaya /konselor sebaya

c.             Sasaran  penentu      : Kepala desa, camat, bupati/walikota ,rector,

tokoh masyarakat, tokoh agama ,pemimpin

sekolah, pemimpin podok pesantrean,

pimpinan instansi/perusahaan

3.       Indikator keberhasilan  :

Terwujudkan PIK Remaja Tahap Tumbuh di desa,kecamatan, sekolah  /pesantren,masjid, geraja ,mall, tempat kerja dan lain-lain.

4.       Langkah-langkah kegiatan

Langkah-langkah pembentukan PIK Remaja meliputi :

a.    Sarasehan anggota kelompok remaja dalam ranka pembentukan PIK Remaja dan pengelolaan PIK Remaja.

b.    Konsultasi dan koordinasi untuk memeperoleh dukungan/ persetujuan dengan pimpinan setempat (kepala desa, camat, bupati/ walikota, rektor, tokoh masyarakat, tokoh agama, sekolah, esantren  dan tempat kerja).

c.    Menyusun program kegiatan.

d.    Meresmikan pembentukan PIK remaja (launching)

5.       Evaluasi Keberasialan

Tahapan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembentukan PIK Remaja sudah/belum tercapai, masalah-masalah yang diadapi baik yang berhubungan dengan pihak-pihak terkait (sasaran ) maupun berhubungan dengan proses yang telah di lalui. Kegiatan evaluasi ini akan lebih efekti untuk ditindak lanjuti apabila dilakukan secara bersama-sama dengan sasaran-sasaran yang terkait.

 

4.6 Mengembangkan dan Meningkatkan kualitas PIK Remaja

1. PIK Remaja Tahap Tumbuh

a.       Tujuan:

Untuk meningkatkan akses dan kualitas pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja sehingga jumah remaja yang mendapatkan informasi  dan konseling  PKBR melalui PIK Remaja  meningkat. TUjuan ini diupayakan  dengan strategi memenuhi seluruh ciri  PIK Remaja  tahap tumbuh.

 

 

b.       Sasaran(Audience)

1)    Pembinaan PIK Remaja

2)    Pengelola PIK Remaja (Ketua, Bidang Administrasi. Bidang Program dan Kegiata, PS dan KS).

c.       Indikator Keberasilan:

Terenuhinya seluruh cirri-ciri PIK Remaja  tahap Tumbuh sebagai berikut:

1)    Materi dan pesan (Assets) yang diberikan:

  • TRIAD KRR dan Pendewasaan  Usia Perkawianan
  • Pendalaman materi Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
  • Pemahaman tentang Hak-hak Reproduksi

2)    Kegiatan Usia Perkawinan :

  • Kegiatan yang dilakukan  di tempat PIK Remaja
  • Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) di dalam lokasi PIK Remaja barada, misalnya penyuluhan individu  dan kelompok.
  • Menggunakan media cetak .
  • Melakukan pencatatan  dan pelaporan sesuai  dengan formulir-formulir (terlampir).

3)    Dukungan Jarigan (resources) yang dimiliki:

  • Ruang Khusus
  • Memiliki  papa nama, ukuran minimal 60 cmx 90 cm, dan dipasang ditempat yang mudah dilihat oleh khalayak.
  • Struktur  pengurus paling tidak memiliki: Pembina, Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program/Kegiatan, PS dan KS.
  • Dua orang Pendidik Sebaya  yang dapat di akses
  • Lokasi mudah di akses dan disukai oleh remaja.

d.       Langkah-langkah Kegiatan:

1)    Materi dan Isi Pesan

a)    Melengkapi Triad KRR dan PUP pada PIK Remaja yang bersangkutan.

b)    Mendalami pengetahuan, sikap dan prilaku tentang materi TRIAD KRR dan Hak-hak Reproduksi bagi Remaja.

2)    Ciri Kegiatan

a)    Membuat jadwa rutin PIK Remaja.

b)    Memberikan informasi PKBR oleh Pendidik Sebaya kepada Remaja setempat secara rutin  dilaksanakan di PIK Remaja.

c)    Menyampaikan informasi  menggunakan media cetak.

3)    Dukungan dan Jaringan

a)    Menyediakan Ruang khusus

b)    Melaksanakan orientasi bagi Pengelola PIK remaja

c)    Mengirimkan 2 (dua) orang calon  Pendidik Sebaya. Syarat-syarat  calon Pendidik Sebaya adalah:

(1)     Aktif  dalam kegiatan social dan popular di lingkungannya.

(2)     Berminat menyebarluaskan informasi program PKBR.

(3)      Lancar membaca dan menulis

(4)     Memiliki cirri-ciri kepribatian antara lain; ramah, lancar dalam mengemukakan pendapat, luwes dalam  pergaulan berinisiatif  dan kreatif, tidak mudah  tersinggung,terbuka untuk  hal-hal baru, mau belajar, dan senang menolong.

(5)     Tidak menyetujui/ melakukan/menganjurrkan praktek seks pranikah.

e.       Evaluasi Keberasilah.

Evaluasi diarahkan untuk mengetahui sejauh mana PIK Remaja yang sudah terbentuk memilih cirri-ciri  sebagi PIK remaja Tumbuh, baik dari segi materi  dan isi pesan, cirri kegiatan serta  berbagai permasalahan  yang dihadapi dalam proses  pengembangan yang dilakuakn. Evaluasi ini akan lebih efektif  apabila dilakukan  bersama oleh  Pengelola PIK Remaja yang bersangkutan.

 

2. PIK Remaja  Tahap Tegak

a.       Tujuan

Untuk meningkatkan akses  dan kualitas pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja  sehingga jumlah dan  kepuasan remaja  yang mendapatkan informasi  dan konseling melalui PIK Remaja meningkat. Tujuan ini diupayakan dengan strategi  memenuhi keseluruh cirri PIK Remaja tahap Tegak.

b.       Sasaran(Audence)

1)    Pembina PIK Remaja

2)    Pengelola PIK Remaja (Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, PS dan KS).

3)    Tenaga medis dan tenaga non medis yang sudah terkait dengan jaringan.

4)    Pelayanan rujukan PIK Remaja

c.       Indikator keberasilan langkah-langkah Kegiatan

Terpenuhinya seluruh cirri-ciri PIK Remaja  Tahap tegak sebagai berikut:

1)    Materi dan Isi  Pesan (assets) yang diberikan:

  • TRIAD KRR  dan Pendewasaan Usia Perkawinan
  • Pendalaman materi TRIAD KRR dan Pendewasaan  Usia Perkawinan
  • Pemahaman hak-hak Reproduksi
  • Keterampilan Hidup (Life Skills)
  • Keterampilan advokasi

2)    Kegiatan yang dilakukan:

  • Kegiatan yang dilakukan di dalam dan di luar PIK Remaja
  • Bentuk aktifitas  bersifat penyadaran (KIE) di dalam lokasi PIK Remaja berada, misalnya penyuluhan individu dan kelompok.
  • Bentuk aktivitas  bersifat penyadaran (KIE) di luar PIK Remaja antara lain:
  • Sosialisasi an Dialog Interaktif program  PKBR melalui radio/TV
  • Press Gathering
  • Pemberian informasi PKBR oleh Pendidik  Sebaya  kepada Remaja seperti  di pasa, di jalan , sekolah, masjid, gereja, vihara, banjar, dan lain-lain.
  • Seminar PKBR
  • Road show  PKBR ke sekolah, masjid, gereja , vihara, banjar dan lain-lain.
  • Promosi PIK Remaja mellalui TV, radio, majalah dan surat kabar.
  • Pemberian informasi dalam momentum strategis (pentas seni, hari-hari besar  nasional dan daerah, hari keluarga nasional, Hari Remaja, Hari anti Narkoba, Hari AIDS, Kemah Bhakti Pramuka, dan gerakan Penghijauan).
  • Diskusi anti kekerasan dalam rumah tangga
  • Sosialisasi  PKBR bagi calon pengantin
  • Penyampaian informasi PKBR dan KRR melalui Mobil Unit Penerangan (Mupen)

Untuk melakukan kegiatan di luar PIK Remaja diperlukan langkah-langkah  sebagai perikut:

Ø  Mempelajari materi yang akan disampaikan

Ø  Mempersiapkan alat bantu atau sarana yang diperlukan

Ø  Mengetahui karakteristik sasaran

Ø  Melakukan koordinasi dengan penyelenggara kegiatan.

  • Melakukan konseling PKBR melalui SMS, telephone, tatap muka, dan surat menyurat

Ø Menggunakan media cetak  dan elektonik

Ø Melakukan pencatatan  dan pelaporan sesuai dengan formulir (terlampir).

Ø Melakukan advokasi dan promosi PIK Remaja untuk mengembangkan jaringan pelayanan.

  • Melakukan kegiatan-kegiatan  yang dapat menarik minat  remaja untuk  dating ke PIK Remaja, antara lain:

Ø Pendampingan kepada remaja penyalah guna napza , hamil di luar nikah , dan HIV positif.

Ø Bedah hamil.

Ø Pelatihan penyiapan karir , contoh : membuat lamaran pekerjaan, kursus bahasa inggris , browsing internet , dan lain-lain.

Ø Lintas alam / out bound.

Ø Bimbingan belajar siswa SLTP/SLTA.

Ø Pendataan remaja yang mengalami resiko.TRIAD KRR(kehamilan tidak diinginkan, penyalah gunaan Napza dan HIV Positif).

Ø Studi banding.

Ø Kegiatan ekonomi produktif  (peternakan, pertanian, menjahit, warung gaul dan sembako, rental komputer, pemberian les/ privat kepada remaja setempat, pembuatan pin, salon, dan lain-lain)

Ø Kegiatan olah raga ( jalan santai, gerak jalan, bola volley, basket, senam) dan kesenian (musik, drama ,panduan suara, teater)

Ø Presentasi pengalaman kegiatan PKBR pada PIK Remaja yang baru di bentuk.

Ø Aneka lomba (pidato , drum band , band, lukis, karaoke, karikatur, seni islami,  cerdas cermat , bedah kasus)

Ø Pemberian penghargaan kepada Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya

Ø Jambore PIK Remaja

Ø Pelayanan pemeriksaan gigi atau konsultasi kecantikan.

Ø Integrasi kegiatan PIK Remaja dengan pertemuan rutin pramuka.

Ø Integrasi kegiatan PIK Remaja dengan pelayanan kesehatan dasar.

3)    Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki :

  • Ruang sekretariat dan ruang pertemuan
  • Struktur pengurus paling tidak memiliki: Pembina , Ketua , Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, PS dan KS.
  • Memiliki papan nama , ukuran minimal 60cm x 90cm dan dipasang ditempat yang mudah dilihat oleh khalayak
  • Empat orang Pendidik Sebaya yang dapat diakses
  • Lokasi yang mudah diakses dan disukai oleh remaja
  • Dua orang Konselor Sebaya yang dapat diakses
  • Jaringan mitra kerja dengan pelayanan medis dan non medis

 

d.       Langkah-Langkah Kegiatan

1)       Materi dan Isi Pesan

Pada tahap ini tetap mempertahan materi dan isi pesan pada tahap Tumbuh, namun ditambah dengan beberapa hal dibawah ini:

a)    Mempelajari dan memberikan pelaynan PIK Remaja berkaitan dengan materi Keterampilan Hidup (Live Skills)

b)    Mempelajari teori-teori advokasi.

c)    Menerapkan keterampilan advokasi

2)        Ciri-ciri Kegiatan

a)       Mempertahankan cirri-ciri kegiatan yang dilakukan  pada PIK Remaja Tahap Tumbuh sebelumnya.

b)       Menggunakan media elektronik dalam pelayanan PIK Remaja.

c)       Menyampaikan informasi dan konseling di luar PIK Remaja.

d)       Melakukan advokasi kepada tokoh individu dan institusi pendukung PIK Remaja.

e)       Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat remaja untuk datang ke PIK Remaja( promosi).

3)        Dukungan dan Jaringan

a)       Memoertahankan dukungan dan jaringan yang dimiliki pada PIK Remaja Tahap Tumbuh sebelumnya.

b)       Mengirimkan 2 calo Pendidik Sebaya untuk pelatihan Pendidik Sebaya. Syarat-syarat calon Pendidik Sebaya adalah :

(1)     Aktiv dalam kegiatan social dan popular di lingkungannya.

(2)     Berminat menyebar luaskan informasi PKBR.

(3)     Lancar membaca dan menulis.

(4)     Memiliki ciri-ciri kepribadian antara lain; ramah , lancar dalam mengemukakan pendapat , luwes dalam pergaulan, berinisiatif dan kreatif, tidak mudah tersinggung , terbuka untuk hal-hal baru, dan mau belajar dan senang menolong

(5)     Tidak menyetujui/melakukan/menganjurkan seks pra nikah

c)       Mengirimkan 2 orang calon Konselor Sebaya untuk pelatihan Konselor Sebaya dengan syarat :

(1)     Telah mengikuti pelatihan Pendidik Sebaya.

(2)     Telah melakukan kegiatan dan aktivitas pendidikan sebaya

(3)     Dipandang mampu menjadi Konselor Sebaya.

d)       Melakukan koordinasi dengan pelayanan medis (Puskesmas/Rumah sakit terdekat).

e)       Melakukan koordinasi dengan pelayanan lain yang terkait dengan remaja ( psikolog , tokoh agama, dan lain-lain ).

 

 

e.       Evaluasi Kebersihan

Evaluasi di arahkan untuk mengetahui sejauhmana PIK Remaja yang sudah terbentuk memiliki ciriciri sebagai PIK Remaja Tahap Tegak, baik dari segi materi dan isi pesan , ciri kegiatan , dukungan dan jaringan , serta berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses pengembangan yang dilakukan.

Evaluasi ini akan lebih efektif apabila dilakukan bersama oleh Pengelola PIK Remaja serta tenaga medis dan non medis mitra jaringan.

 

3. PIK Remaja Tahap Tegar

a.    Tujuan

Untuk meningkatkan akses dan kualitas pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja, sehingga jumlah dan kepuasan remaja yang  mendapatkan informasi dan konseling melalui PIK Remaja meningkat. Tujuan ini diupayakan dengan strategi  memenuhi seluruh cirri PIK Remaja Tahap Tegar.

b.    Sasara (Audience)

1)    Pembina PIK Remaja

2)    Pengelola PIK  Remaja (Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program  dan Kegiatan, PS dan KS).

3)    Mitra jarring pelayanan medis dan non medis.

4)    Ketua kelompok-kelompok remaja

5)    Orang Tua dari Remaja sasara PIK Remaja

6)    Guru-guru sekolah sekitar  PIK Remaja

7)    Pengolola PIK Remaja lain di  sekitar

8)    Pimpinan organisasi induk PIK Remaja

c.    Indikator Keberasilan

Terpenuhinya  seluruh  ciri-ciri PIK Remaja Tahap Tegar  sebagai berikut:

1)    Materi dan Isi Pesan (assets )yang dierikan;

  • TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
  • Pendalaman mareti TRIAD KRR dan pendewasaan Usia Perkawinan
  • Pemahaman tentang Hak-hak Reproduksi
  • Keterampilan Hidup (Life Skills)
  • Keterampilan Advokasi

2)    Kegiatan yang dilakukan;

  • Kegiatan dilakukan di dalam dan di luar PIK Remaja
  • Bentuk aktivitas bersifat penyadaran (KIE) di dalam lokasi PIK Remaja berada, Misalnya Penyuluhan individu dan kelompok.
  • Bentuk aktifitas penyadaran (KIE) di luar PIK Remaja, antara lain:
  • Sosialisasi dan dialog Interaktif PKBR melelui radio/TV.
  • Press Gathering
  • Pemberian informasi PKBR oleh Pendidik  sebaya kepada remaja seperti dipasar,jalanan, sekolah, masjid, gereja,vihara, banjar dll.
  • Seminar PKBR
  • Road show PKBR ke sekolah, masjid, gereja vihara, banjar dll
  • Promosi PIK Remaja melalui TV, Radio, majalah, surat kabar
  • Pemberian informasi PKBR dalam momentum strategi (pentasseni, hari-hari besarnasionaldan daerah, hari keluarga nasional, hari Remaja , hari anti narkoba, hari AID, kemah bakti pramuka, dan gerakan penghijauan.
  • Diskusi anti kekerasan dalam rumah tangga
  • Sosialisasi PKBR bagi calon pengenti
  • Bemberian informasi PKBR melalui Mobil Unit Penerangan (Mupen)

Untuk melakukan kegitan diluar PIK Remaja  diperukan  langkah-langkah sebagai berikut:

Ø  Mengetahui karakteristik sasaran.

Ø  Mempelajari materi yang akan disamaikan

Ø  Mempersiapkan alat bantu atau sarana yang diperlukan.

Ø  Melakukan koordinasi dengan penyelenggara kegiatan.

  • Melakukan konseling PKBR melalui SMS, telephon, tatap muka dan surat

menyurat.

  • Menggunakan media cetak dan eletronik.
  • Melakukan pencatatan  dan pelaporan sesuai  dengan formulir (terlampir)
  • Melakukan Advokasi dan Promosi PIK Remaja untuk mengembangkan

jaringan pelayanan

  • Melakukan kegiatan-kegitan yang dapat menarik minat remaja untuk dating

ke PIK Remaja, seperti antara lain:

Ø Pendamping kepada remaja penyalahguna napza, hamil di luar nikah dan HIV positif.

Ø Bedah film

Ø Pelatihan penyiapan kerir,contoh: membuat lamaran pekerjaan, kursus bahasa inggris, browsing internet dll.

Ø Lintas alam/out bond.

Ø Bimbingan belajar  bagi siswa SLTP/SLTA

Ø Pendata remaja yang mengalami resiko TRIAD KRR(kehamilan tidak diinginkan , penyalahguna Napza, dan HIV positif).

Ø Studi banding

Ø  Kegiatan ekonomi produktif  (peternakan, pertanian, menjahit, warung gaul dan sembako, rental komputer, pemberian les/ privat kepada remaja setempat, pembuatan pin, salon, dan lain-lain)

Ø  Kegiatan olah raga ( jalan santai, gerak jalan, bola volley, basket, senam) dan kesenian (musik, drama ,panduan suara, teater)

Ø  Presentasi pengalaman kegiatan PKBR pada PIK Remaja yang baru di bentuk.

Ø  Aneka lomba (pidato , drum band , band, lukis, karaoke, karikatur, seni islami,  cerdas cermat , bedah kasus)

Ø  Pemberian penghargaan kepada Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya

Ø  Jambore PIK Remaja

Ø  Pelayanan pemeriksaan gigi atau konsultasi kecantikan.

Ø  Integrasi kegiatan PIK Remaja dengan pertemuan rutin pramuka.

Ø  Integrasi kegiatan PIK Remaja dengan pelayanan kesehatan dasar.

  • Pengolah PIK Remaja mempunyai akses pada jaringan internet (jaringan tidak harus di dalam PIK Remaja) atau PIK Remaja telah memiliki jaringan internet sendiri.

 

3)    Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki:

  • Ruang sekretariat dan ruang pertemuan
  • Struktur pengurus paling tidak memiliki: Pembina , Ketua , Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, PS dan KS.
  • Memiliki papan nama , ukuran minimal 60cm x 90cm dan dipasang ditempat yang mudah dilihat oleh khalayak
  • Empat orang Pendidik Sebaya yang dapat diakses
  • Lokasi yang mudah diakses dan disukai oleh remaja
  • Jaringan mitra kerja dengan pelayanan medis dan non medis
  • Empat orang Konselor Sebaya yang dapat diakses
  • Memiliki hotline/SMS konseling
  • Memiliki Perpustakaan sendiri
  • Jaringan dengan:

Ø   Kelompok remaja sebaya

Ø   Orang tua

Ø   Guru-guru sekolah

Ø   PIK Remaja lain, dan sebagainya.

  • Organisasi Induk Pembina PIK Remaja

 

d.    Langkah-langkah Kegiatan

1)    Materi dan Isi Pesan

Pada tahap ini tetap sama dengan materi  dan pesan pada tahap Tegak.

2)    Ciri-ciri Kegiatan

a)    Mempertahankan cirri kegiatan yang dilakukan pada PIK Remaja Tahap tegak sebelumya.

b)    Melakukan Advokasi  kepada sasaran pengaruh dan sasaran penentu terkait untuk keberlangsungan pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja.

c)    Melakukan pelayanan lain disamping  pelayanan PKBR yang sesuai  dengan kebutuhan dan minat Remaja.

d)    Meningkatkan pengetahuan dan memperluas  jaringan kerjasama dan pelayanan PIK Remaja melalui  akses internet oleh PIK Remaja.

e)    Adanya Pendidik Sebaya dan Konselor  Sebaya, tenaga medis, Psikolo dan tenaga ahli lainya yang dapat secara terjadwal memberikan pelayanan pada PIK Remaja.

f)      Melakukan pelayanan PIK Remaja melalui hotlne/sms.

 

3)    Dukungan dan Jaringan

a)    Mempertahankan  dukungan dan jaringan  yang dimiliki pada PIK Remaja Tahap tegak sebelumnya.

b)    Mengirimkan 2 orang calon Konselor  Sebaya untuk pelatihan Konselor Sebaya dengan syarat.

c)    Adanya perpustakaan  sendiri di lingkungan PIK Remaja

d)    Adanya jaringan dan dukungan  yang diberikan oleh kelompok remaja sebaya, orang tua, guru sekolah dan PIK Reamaja lain di sekitarya.

e)    Adanya komitmen dan dukungan dari organisasi induk PIK Remaja.

e.    Evaluasi Keberasilan

Evaluasi diarahkan untuk mengetahui sejauh mana PIK Remaja yang sudah dkembangkan, sudah memiliki cirri-ciri sebagai PIK Remaja Tahap tegar bik dari segi materi dan isi pesan, cirri kegiatan,  dukungan dan jaringan, serta berbagai permasalahan yang dihadapidalam proses pengembangan yang dilakukan. Evaluasi ini akan lebih efektif apabila dilakukan bersama oleh Pengolola PIK Remaja , mitra jaringan pelayanan medis dan non medis, ketua kelompok-kelompok  remaja, orang tua dari remaja sasaran dan guru-guru  sekolah sekitar PIK Remaja serta tenaga medis dan non medis mitra jaringan.

 

4.7 Membangun PIK Remaja Yang Ramah Remaja (Youth Friendly)

Untuk memenuhi kebutuhan remaja, dapat mempertimbnagkan prinsip-prinsip bagaimana menarik dan melayani remaja dengan lebih baik. Ada beberapa strategi dalam memberikan pelayanan PKBR yang “Ramah Remaja”(Youth Friendly) .

1)    Konsep Program Ramah Remaja

  • Melibatkan para remaja secara aktif  dalam mengelola program dan pemberian pelayanan  kesehatan Reproduksi
  • Memperhitungkan perbedaan kebutuhan remaja dengan kebutuhan orang dewasa, dan pemberian palayanan  secara spesifik  guna memenuhi  kebutuhan remaja.
  • Memberikan informasi yang lengkap dan benar tentang PKBR dan pelayanan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi  yang dibutuhkan  sebagai hak dari remaja.
  • Menyesuaikan waktu dan tempat pelayanan sesuai dengan cirri-ciri remaja.

 

2)    Karakteristik PIK Remaja  yang Ramah Remaja

PIK remaja yang Ramah Ramaja dapat dilihat melalui 4 aspek yaitu: Pengelola, Kegiatan dan Jenis pelayanan, Sarana dan Prasarana serta Kemampuan Pembelajaran

a)  Pengelola PIK remaja

(1)       Semua pengelola PIK Remaja (ketua, bidang administrasi, bidang program dan kegiatan, pendidik sebaya dan konselor sebaya ) sadar bahwa mereka harus memperlakukan para remaja  sebagai mitranya.

(2)       Semua remaja dihormati hak-hak reproduksinya dan mendapatkan  jaminan dan kerahasian  pribadinya.

(3)       Pengelola PIK Remaja  mendapatkan pelatihan sesuai  dengan tugas  dan perannya dengan mempergunakan modul  dan kurikulum  standar  yang disusun BKKBN atau yang sejenis.

(4)       Pengelola PIK Remaja menyediakan  waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan remaja.

 

b)  Kegiatan dan Jenis Pelayanan

(1)       Melibatkan para remaja dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi  kegiatan dan pelayanan PIK Remaja.

(2)       Mengembangkan kegiatan-kegiatan sesui dengan karakteristik, dinamika dan kebutuhan remaja, (seperti: olahraga, kesenian, outbound dan rujukan medis)

(3)       Menyediakan pelayanan PIK Remaja yang terpisah dengan pelayanan orang dewasa serta pada jam-jam yang sesuai dengan kondisi remaja(setelah pulang sekolah atau pada hari minggu).

(4)       Menyediakan pelayanan lain disamping pelayanan PKBR sesuai kebutuhan Remaja  dan kegiatan-kegiatan pendukung lainnya( pemeriksaan gigi, konsultasi kecantikan, konsultasi gizi, koperasi, income generating, dan lain-lain) dengan memberikan  harga khusus  bagi remaja.

(5)       Membuat suasana PIK Remaja tidak terlalu formal dan remaja yang dtaang dilayani dengan ramah.

(6)       Merujuk Remaja yang permasalahannya tidak dapat ditangani oleh PIK Remaja  ketempat pelayanan yang lebih sesuai dengan  permasalahannya seperti klinik, rumah saki, shelter, psikolog, guru pembimbing dan konseling,bidan, dokter, organisasi profesi(IDI,IBI) Himpunan Sarjana  Psikologi(HIMSPSI) dan  lain-lain.

(7)       Memberiakn Pelayanan yang tidak membedakan jenis kelamin, agama, kebudayaan dan tradisi, serta status social remaja.

(8)       Mengupayakan adanya dukungan orang tua dan masyarakat dalam kegiatan PIK Remaja.

(9)       Menjalin kerjasama dengan media massa untuk menyampaikan pesan-pesan mengenai kesehatan reproduksi.

c)  Sarana dan Prasarana

(1)       Mengupayakan ruangan PIK Remaja menarik bagi remaja, misalnya warna yang cerah, ada poster, musik popular, perpustakaan, internet, dan sebagainya.

 

(2)       Mengupayakan lokasi PIK Remaja yang strategis, sehingga mudah dijangkau melalui transportasi umum.

(3)       Mengupayakan agar PIK Remaja bertempat  di pusat keramaian  remaja seperti di sekoalah , universitas, Kwartir Ranting Gerakan  Pramuka, Kwatir Cabang Gerakan Pramuka, pondok pesantren, masjid, gereja, gelanggang remaja, dan lain-lain.

d)  Kemampuan pembelajaran

Pengelola PIK Remaja secara terus menerus baik secara pribadi maupun secara bersama-sama belajar meningkatkan kualitasa pengelolaan PIK Remaja dankualitas interaksi antar remaja dengan langkah-langkah sebagai berikut:

(1)       Menyadari dan memperjuangkan keberadaan dan keberasilan PIK Remaja-nya. Untuk  itu hal-hal yang terus dan perlu dipelajari adalah:

Ø Memahami kebijakan,tujuan, dan program PKBR secarakeseluruhan.

Ø Memiliki komitmen, tanggungjawab dan sikap proaktif.

Ø Memutuskan  secara bersama kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dan jalan keluar dari masalah-masalah yang dihadapi.

Ø Menjalani kemitraan dengan orang atau  institusi di lingkungan PIK Remaja.

 

(2)       Merumuskan bersama visi dan misi dari PIK Remaja dengan cara:

Ø Mendiskusikan PIK Remaja seperti apa yang ingin diwujudkan pada masa yang akan datang.

Ø Memformulasikan alternative-alternatif rumusan yang akan disepakati.

Ø Menyepakati rumusan visi bersama

Ø Memterjemahkan visi ke dalam misi strategis dan program  kegiatan  PIK Remaja.

(3)       Menciptakan hubungan antara sesame pengelola PIK Remajanatas dasar hubungan kemitraan dan kesejajaran.

Untuk itu hal-hal yang terus dan perlu  dipelajari adalah:

Ø Menciptakan suasana PIK Remaja yang saling mempercayai, saling memperhatikan dan saling berbagi

Ø Merespon dan peka terhadap ucapan dan tindakan setiap pengelola dan anngota PIK Remaja.

Ø Mengutarakan  dan menerima feed back dari sesame pengelola dan anggota PIK Remaja secara positif untuk kebaikan bersama

(4)       Menciptakan komunikasi interpersonal antar pengelola  PIK Remaja maupun dengan remaja lainnya atas dasar kebenaran, kejujuran dan secara berkelanjutan. Untuk itu hal-hal yang perlu dipelajari adalah:

Ø Perasaan, kemauan dan pedapat pribadi antar pengelola PIK Remaja diutarakan dengan bebas dan jujur.

Ø Saling tukar informasi antar pengelola PIK Remaja  secara berkelanjutan.

Ø Klarifikasi isu-isu yang muncul dari setiap pengelola PK Remaja  melelui dialog dan interaksi timbale balik.

(5)       Untuk mencapai tujuan PIK Remaja tidak ada jalan pintas, diperlukan komitmen, kesabaran dan waktu. Untuk itu hal-hal yang perlu dipelajari antara lain :

Ø  Menyadari akan adanya keterbatasan dan kebebasan pada setiap keputusan dan tindakan yang di ambil oleh pengelola PIK Remaja

Ø  Menyadari bahwa memutuskan dan melaksanakan kegiatan bersama memerlukan waktu dan kesadaran

Ø  Mempercayai bahwa untuk mencapai PIK Remaja tahap tegar memerlukan komitmen untuk terus belajar secara sendiri maupun bersama-sama.

 

4.8 Melakukan Advokasi Tentang PIK Remaja

1.       Tujuan dan sasaran advokasi PIK Remaja

Tujuan advokasi PIK Remaja adalah untuk mempromosikan dan mencaridukungan bagi kelancaran dan keberlangsungan PIK Remaja. Oleh sebab itu sasaran advokasi PIK Remaja adalah :

a.       Pemerintah : kepala desa/lurah, camat, bupati, walikota, pimpinan SKPD-KB

b.       Pimpinan LSM :  pimpinan kelompok-kelompok organisasi masyarakat (pengurus masjid, pastor, pendeta, pedande, dan biksu), pimpinan kelompok remaja dan organisasi pemuda

c.       Pimpinan media massa (surat kabar, majalah, radio, TV)

d.       Kepala SLTP, SLTA, pimpinan pondok pesantren, komite sekolah.

e.       Orang tua melalui program BKR, majlis ta’lim program PKK

f.        Pimpinan kelompok sebaya melalui program karang taruna, pramuka, remaja masjid, gereja, dan vihara.

2.       Langkah-langkah pelaksanaan

a.       Menyiapkan materi advokasi yang terdiri dari :

1)       Masalah-masalah yang berkaitan dengan remaja disekitar PIK Remaja, seperti masalah seksualitas, napza, HIV dan AIDS

2)       Mengungkap dampak yang mungkin terjadi bila tidak diambil tindakan atau aksi dari masalah tersebut

3)       Mengemukakan pentingnya keberadaan PIK Remaja sebagai salah satu alternative pemecahan masalah PKBR

b.       Materi yang disiapkan bahwa butir “a” harus dikembangkan kedalam media advokasi dalam bentuk leaflet, pamphlet atau booklet, TV spot, radio spot, running text.

c.       Penyampaian advokasi dilakukan melalui multi media seperti : surat kabar, radio, TV, dan multi jalur seperti audiensi dan kunjungan.

4.9 Melakukan Promosi Dan Sosialisasi PIK Remaja

1.       Tujuan

Memperkenalkan keberadaan PIK Remaja kepada semua pihak terkait (stakeholders) dalam rangka memperluas akses dan pengembangan dukungan dan jaringan PIK Remaja.

2. Sasaran (audience)

a.       Sasaran utama

1)       Teman sebaya

2)       Kelompok remaja

3)       Pembina PIK Remaja

4)       Pengelola PIK Remaja (ketua, bidang administrasi, bidang program dan kegiatan, PS dan KS)

b.       Sasaran pengaruh

1)       Orang tua/keluarga

2)       Guru

3)       Pemuka agama

4)       LSM

5)       Institusi pendidikan dan keagamaan

6)       Petugas KB, PLKB

c.       Sasaran penentu

1)       Camat, lurah/kepala desa

2)       Petugas pemerintah (BKKBN, kesehatan)

3)       Pemerintah daerah (provinsi, kabupaten/kota)

3.       Indicator keberhasilan

a)       Adanya kegiatan promosi PIK Remaja melalui TV local, radio, mupen, kelompok kegiatan dilapangan, Koran local, stiker, flyer, dan media lainya.

b)       Keberlangsungan pengelolaan dan kegiatan PIK Remaja.

c)       Akses dan kualitas pelayanan PIK Remaja

d)       Meningkatnya jumlah remaja yang mendapat pelayanan di PIK Remaja

4.       Langkah-langkah kegiatan

a)       Mengembangkan dan memproduksi materi/media promosi

b)       Melaksanakan kegiatan promosi dan sosialisasi melalui :

1)       KIE Massa :

a)       Media cetak (leaflet, booklet, poster, spanduk, banner, selebaran, Koran, majalah, dan lain-lain)

b)       Media elektronik (radio, tv, website, handphone, hotline service )

2)       KIE Kelompok :

a)       MUPEN

b)       Pertemuan posyandu, UPPKS, BKB, BKR

c)       Forum-forum program : raker provinsi, raker kabupaten/kota, rakor kecamatan dan rakor desa.

d)       Momentum strategi : harganas, jamboree nasional, TMKK, bhayangkara, bhakti IBI, dan lain-lain.

3)       KIE wawan muka

a)       Silaturrahmi

b)       Kunjungan rumah

c)       Wawan muka, dan lain-lain

5.       Evaluasi kegiatan

Evaluasi diarahkan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan promosi dan sosialisasi PIK Remaja yang sudah dilaksanakan mencapai tujuannya sesuai indicator yang sudah ditetapkan, serta berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses pelaksanaan promosi dan sosialisasi. Evaluasi ini akan lebih efektif apabila dilakukan bersama oleh semua sasaran (utama, pengaruh, penentu).

4.10 Menyiapkan Relawan PIK Remaja

1.       Tujuan

Menyiapkan tenaga (relawan) baik untuk PIK Remaja baru maupun untuk mengganti tenaga yang sudah non aktif atau keluar untuk keberlangsungan pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja.

2. Sasaran (audience)

Remaja di sekitar PIK Remaja yang mempunyai komitmen dan motivasi untuk menjadi pengelola PIK Remaja

3.       Indicator keberhasilan

Jumlah tenaga pengelola PIK Remaja yang bersedia menjadi pengelola PIK Remaja secara sukarela

4.       Langkah-langkah kegiatan

a.       Merekrut reawan dengan cara:

1)       Pengumuman dari teman ke teman

2)       Pengumuman di sekolah

b.       Melakukan orientasi bagi relawan baru, diantaranya melalui magang

c.       Pelatihan sebagai pendidik sebaya, konselor sebaya, dan pengelola PIK Remaja

5.       Keberhasilan

Evaluasi diarahkan untuk mengetahui sejauh mana penyiapan tenaga (relawan) untuk menjadi tenaga pengelola PIK Remaja sudah dapat dilaksanakan sesuai dengan indicator yang sudah ditetapkan, serta berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses pelaksanaan penyiapanya. Evaluasi ini akan lebih efektif apabila dilakukan bersama oleh pengelola PIK Remaja.

4.11  Memberdayakan Sumberdaya PIK Remaja

1.       Tujuan

Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pengelola PIK Remaja (ketua, boding administrasi, bidang program dan kegiatan, PS dan KS) tentang pengelolaan dan teknis pelayanan dalam rangka peningkatan akses dan kualitas pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja.

2. Sasaran (audience)

a.       Pembina PIK Remaja

b.       Pengelola PIK Remaja (ketua, bidang administrasi, bidang program dan kegiatan, PS dan KS).

3.       Indicator keberhasilan

a.       Jumlah pengelola PIK Remaja yang telah mendapat pelatihan pengelolaan PIK Remaja.

b.       Jumalh calon pendiik sebaya yang telah mendapat pelatihan untuk menjadi pendidik sebaya.

c.       Jumlah calon konselor sebayayang telah mendapat pelatihan untuk menjadi konselor sebaya.meningkatnya kualitas pembinaan, pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja.

d.       Meningkatnya kelangsungan kegiatan PIK Remaja oleh pengelola PIK Remaja.

4.       Langkah-langkah kegiatan

a.       Melaksanakan orientasi dan refresing bagi pengelola PIK Remaja

b.       Pengkaderan pengelola PIK Remaja, calon pendidik sebaya dan calon konselor sebaya dengan mengikuti kegiatan PS dan KS yang sudah terlatih (magang).

c.       Mengirimkan kader untuk pelatihan bagi pengelola, calon pendidik sebaya dan konselor sebaya.

d.       Melaksanakan studi banding bagi pengelola PIK Remaja

e.       Mereview secara periodic materi-materi pelatihan yang telah diikuti

f.        Mensosialisasikan materi yang diperoleh melalui pelatihan kepada mitra lainya.

g.       Khusus untuk BKKBN provinsi dan SKPD-KB kabupaten/kota memberikan pelatihan kepada pendidik sebaya dan konselor sebayasesuai dengan kurikulum standar yang ada merupakan kegiatan baku strategis bagi PIK Remaja. Untuk itu perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

Ø  Memberikan pemahaman yang benar tentang pentingnya pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya kepada perencana komponen provinsi

Ø  Menyusun rencana latihan pendidik sebaya dan konselor sebaya setiap tahun sesuai dengan jumlah dan tahapan PIK Remaja yang diinginkan untuk masing-masing provinsi.

Ø  Mengadvokasi rencana kebutuhan pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya setiap tahu kepada masing-masing provinsi.

5.       Evaluasi keberhasilan

Evaluasi diarahkan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan peningkatan kualitas SDM PIK Remaja yang sudah dilaksanakan mencapai tujuanya sesuai indicator yang sudah ditetapkan, serta berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses pelaksanaan peningkatan kualitas SDM PIK Remaja. Evaluasi ini akan lebih efektif apabial dilakukan bersama oleh pengelola PIK Remaja.

4.12 Mencari Sumber Dana Pik Remaja

1.       Tujuan

Tujuan pencarian sumber dana PIK Remaja adalah untuk mendukung biaya operasional  PIK Remaja setiap harinya melalui pengembangan kegiatan ekonomi produktif (income generating) dan penggalngan dana.

2.       Sasaran kegiatan

a.       Adanya kegiatan-kegiatan yang bersifat ekonomi produktif (income generating) yang dikelola oleh PIK Remaja, seperti : distributor percetakan, supplier madu, sales parfum, menyediakan serbuk rempah, jasa laundry, menjual kerajinan tangan (manic-manik), narasumber ceramah Kespro, sablon, jasa pembayaran rekening listrik, telepon, PAM, STNK, SIM, kursus-kursus computer dan bahasa inggris, les privat mata pelajaran, les gitar/instrument music lainya, jasa pembuatan makanan, menjadi penulis, membuka warung/kafe, dan lain-lain

b.       Diketemukanya pola penggalangan dana untuk kelangsungan kegiatan PIK Remaja selain kegiatan ekonomi produktif, yaitu dalam bentuk pencarian donator tetap dari instansi pemerintah, swasta, atau pihak-pihak tertentu secara individu yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap maslah-masalah remaja, serta dengan mengembangkan proposal kegiatan yang bisa diajukan ke institusi-institusi yang terkait.

3.       Indicator keberhasilan

a.       Adanya kegiatan/usaha ekonomi produktif (income generating) yang dikelola oleh PIK Remaja untuk membiayai kegiatan operasional PIK Remaja

b.       Adanya pola penggalangan dana melalui sponsorship, donator dan membuat proposal kegiatan dan anggaran

4.       Langkah-langkah kegiatan

a.       Mengembangkan dan mengelola kegiatan atau uasaha ekonomi produktif (income generating) melalui :

1)       Mengembangkan hobi menjadi usaha produktif

2)       Menikmati usaha yang dijalankan

3)       Menambah pengetahuan melalui kursus-kursus, seminar, dan pelatihan yang berhubungan dengan usaha yang sedang dijalankan.

4)       Belajar langsung dari orang-orang yang ahli atau telah sukses menjalankan usaha yang sama.

b.       Menggalang dana melalui sponsorship, donator, dan membuat proposal melalui kegiatan :

1)       Mendatangi individu dan institusi yang potensial menjadi donator untuk advokasi dan mencari dukungan

2)       Membuat proposal untuk kegiatan-kegiatan remaja yang akan diusulkan kepada institusi atau individu tertentu yang potensial

3)       Melaksanakan kegiatan dengan dana yang diperoleh melalui donasi maupun proposal secara bertanggung jawab.

5.       Evaluasi kegiatan

Evaluasi diarahkan untuk mengetahui sejauh mana hasil kegiatan/usaha produktif (income generating) dan penggalangan dana PIK remaja yang sudah dilaksanakan mencapai tujuanya sesuai indicator yang sudah ditetapkan serta berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses kegiatan tersebut. Evaluasi ini akan efektif apabila dilakukan bersama oleh pengelola PIK Remaja.

 

4.13 Melaksanakan Administrasi PIK Remaja

1.       Tujuan

Meningkatkan tertib administrasi (tenaga, dana, sarana, peralatan dan metode) serta tertib pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja (sesuai dengan panduan pengelolaan PIK Remaja) dalam rangka peningkatan akses dan kualitas pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja.

2. Sasaran (audience)

Pengelola PIK Remaja (ketua, bidang administrasi, bidang program dan kegiatan, PS dan KS)

3.       Indicator keberhasilan

a.       Terlaksananya tertib administrasi PIK Remaja

b.       Terlaksananya tertib pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja

c.       Jumlah PIK Remaja tahap tumbuh, tahap tegak, dan tahap tegar meningkat.

4.       Langkah-langkah kegiatan

a.       Melaksanakan tertib administrasi, tertib pengelolaan dan tertib pelayanan PIK Remaja sesuai dengan buku panduan pengelolaan PIK Remaja

b.       Mencatat data proses pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja sesuai dengan buku panduan pengelolaan PIK Remaja

5.       Evaluasi keberhasilan

Evaluasi diarahkan untuk mengetahui sejauhmana kegiatan adinistrasi pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja yang sudah dilaksanakan mencapai tujuanya sesuai indicator yang sudah ditetapkan serta berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses pelaksanaan administrasi dan pengelolaan PIK Remaja. Evaluasi ini akan lebih efektif apabila dilakukan bersama oleh pengelola PIK Remaja.

 

4.14 melaksanakan konsultasi dan fasilitasi PIK Remaja

1.       Tujuan

Untk mencapai cara-cara pemecahan masalah pengelolaan dan pelayanan  PKBR yang tidak bias dipecahkan oleh PIK Remaja.

2.       Sasaran (audience)

Pihak-pihak yang akan melaksanakan konsultasi sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

3.       Indicator

a.       Teridentifikasinya masalah-masalah pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja

b.       Dapat difasilitasinya cara pemecahan masalah pengelolaan dan pelayanan PIK Remaja

4.       Langkah-langkah kegiatan

a.       Mengidentifikasi masalah-masalah pengelolaan dan pelayanan yang dihadapi oleh PIK Remaja

b.       Menganalisa penyebab permasalahan yang ada.

c.       Mencari alternative pemecahan masalah

d.       Menindaklanjuti hasil konsultasi dan fasilitasi.

5.       Evaluasi kegiatan

Evaluasi diarahkan untuk mengetahui sejauhmana kegiatan konsultasi fasilitas PIK Remaja yang sudah dilaksanakan mencapai tujuannya sesuai indicator yang sudah ditetapkan serta berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses pengelolaan dan pelayanan PIK Remaj

BAB V

PIK–R SMP NEGERI 1 SUSUT

5.1 VISI PIK-R Widya Krisna Kencana

Remaja cerdas,berbudaya sehat, dan berdedikasi

 

5.2 MISI  PIK-R Widya Krisna Kencana

1.       Mengembangkan organisasi Pusat Informasi Konseling remaja yang  profesional

2.       Mengembangkan pendidikan dan latihan serta penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja

3.       Mengembangkan penelitian dan penyediaan media informasi Konseling remaja

4.       Mengembangkan konselor kesehatan reproduksi remaja

5.       Mengembangkan dedikasi remaja dalam pembudayaan kesehatan

 

5.3 Tujuan PIK-R Widya Krisna Kencana

1.        Untuk  mengembangkan organisasi Pusat Informasi Konseling remaja yang  profesional

2.       Untuk engembangkan pendidikan dan latihan serta penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja

3.       Untuk mengembangkan penelitian dan penyediaan media informasi Konseling remaja

4.       Untuk mengembangkan konselor kesehatan reproduksi remaja

5.       Untuk mengembangkan dedikasi remaja dalam pembudayaan kesehatan

 

5.4 Sumber Daya PIK-R Widya Krisna Kencana

 

A. Sarana Prasarana Gedung

Dengan bantuan orang tua/wali murid, masyarakat dan pemerintah diupayakan untuk mewujudkan gedung-gedung yang memadai untuk kelancaran kegiatan pembelajaran. Dalam pembangunannya kami lakukan pembangunan gedung yang berwawasan lingkungan dengan penataan sedemikian rupa sehingga tercipta lingkungan yang sehat, serasi, indah dan alami serta menyenangkan bagi seluruh warga sekolah, sehingga semua siswa, guru dan pegawai merasa betah berada di sekolah selama mengikuti kegiatan pembelajaran.

Adapun sarana gedung yang telah kami usahakan untuk mendukung terwujudnya lingkungan sekolah sehat yaitu :

 

 

 

 

 

-          Ruang UKS

Ruangan ini berukuran 9 m x 8 m yang dindingnya dicat warna putih, berlantaikan keramik, cukup pentilasi, penerangan, bersih, dan indah. Fasilitas UKS terdiri daei vol umu, gigi, mata, ruang informasi, sudut gizi, ruang tunggu dan segala peralatan UKS.

 

 

 

-          Ruang PIK-R

Ruang PIK-R berada dalam satu gedung dengan ruang UKS, sehingga semua kegiatan PIK-R dilaksanakan diruang yang sama dengan ruang UKS.

-          Ruang Kepala Sekolah

Ruangan ini berukuran 6 m x 3 m yang dindingnya dicat dengan warna hijau, berlantaikan keramik, cukup ventilasi, penerangan, bersih dan indah berkat penataan perabotan yang sedemikian rupa serta dilengkapi dengan gambar hiasan dinding dan perlengkapan lainnya.

-          Ruang guru

Ukuran ruang guru adalah 13,5 m x 6 m, dengan dinding warna krem, ventilasi, penerangan yang cukup, bersih yang dilengkapi dengan meja untuk masing-masing guru.

-          Ruang belajar/kelas

Ruang belajar/kelas yang ada sebanyak 21 ruangan, yang dipergunakan untuk kegiatan pembelajaran sebanyak 21 ruang.

-          Ruang Laboratorium IPA

Ruang ini dengan ukuran 11,5 m x 10 m, dengan dindingnya berwarna hijau, ventilasi dan penerangan cukup, sejuk, indah dan menyenangkan.

-          Ruang Lab. Komputer

Ruang lab. Computer satu bangunan dengan ruang pegawai, karena ruang ini dibuat dengan memanfaatkan setengah ruang yang berukuran 8 m x 4 m, dengan dinding warna hijau serta ventilasi dan penerangan yang cukup, berlantai karpet dan penyejuk ruangan, sehingga membuat suasana sejuk, bersih dan menyenangkan.

-          Lab Kesenian

Ruang ini berukuran 9 m x 7 m dengan dinding warna hijau ventilasi dan penerangan yang cukup, sehingga suasananya menjadi lebih indah, bersih dan menyenangkan. Selain itu ruangan ini juga dilengkapi dengan seperangkat gamelan/gong.

-          Ruang Perpustakaan

Ukurannya 10m x 8m dengan tembok warna hijau, yang dilengkapi dengan rak dan almari untuk memajang koleksi buku-buku yang diatur sedemikian rupa, ventilasi dan penerangan yang cukup sehingga kelihatan lebih bersih, indah yang menyenangkan.

-          Ruang Bimbingan dan Konseling

Ruangan ini berukuran 4 m x 3 m dengan dinding warna hijau, serta ventilasi dan penerangan yang cukup sehingga lebih bersih, indah dan menyenangkan suasananya.

-          Kantin Sekolah

Ukurannya 9 m x 4 m terdiri dari 3 tempat, berlantaikan keramik, ventilasi dan penerangan yang cukup, bersih, indah dan menyenangkan.

-    Padmasana

Padmasana dengan ukuran 7 m x 6 m dan berada di halaman terbuka.

-          Ruang ibadah bagi umat Islam

Ruang ini dengan ukuran 3 m x 3,5 m berlantai karpet dengan perlengkapan solat

-          Ruang Tata Usaha

Ukurannya 12 m x  7 m dengan dinding warna hijau dilengkapi, cukup ventilasi  dan penerangan, bersih, indah dan menyenangkan.

-          Ruang OSIS

Ruangan ini satu bangunan dengan ruang belajar/kelas yang berukuran 8 m x 3 m dengan dinding warna hijau dilengkapi dengan struktur organisasi OSIS, program kerja OSIS, dan cukup ventilasi dan penerangan, sehingga tampak bersih, indah dan menyenangkan.

-          Koperasi Siswa

Ukurannya 4 m x 3,5 m dengan cat warna hijau cukup ventilasi dan penerangan, sejuk, bersih, indah dan menyenangkan.

-          Dapur

Dapur memiliki luas dengan ukuran 2,5 m x 4,5 m dengan cat warna hijau berlantaikan semen warna abu-abu, dilengkapi dengan bak cuci gelas dan perabotan dapur lainnya, cukup ventilasi dan penerangan, bersih, indah dan menyenangkan.

-          Ruang Olah Raga

Ruang ini berukuran 3 m x 4,5 m dengan cat warna hijau berlantaikan tegel semen warna abu-abu dipergunakan untuk menyimpan alat-alat olah raga, cukup ventilasi dan penerangan, bersih, sejuk, indah dan menyenangkan.

-          Ruang Komite

Ruang ini berukuran 4,75 m x 4 m dengan cat warna hijau, cukup ventilasi, penerangan, sejuk, bersih dan indah menyenangkan.

-          Ruang Wakil Kepala Sekolah

Ruangan ini berukuran  8 m x 3 m dengan cat warna hijau berlantaikan keramik warna putih dengan cat warna putih dengan ventilasi dan penerangan yang cukup, bersih, indah dan menyenangkan.

-          Ruang Tamu

Ruangan ini berukuran 8 m x 4 m dengan cat warna hijau berlantaikan keramik putih dengan ventilasi dan penerangan yang cukup, sehingga suasananya sejuk, bersih, indah dan menyenangkan.

-          Lab Keterampilan

Ruang ini dibuat dengan ukuran 6 m x 8 m dengan cat berwarna hijau, cukup ventilasi dan penerangan, bersih, indah, menyenangkan. Ruangan ini dipergunakan untuk memajang/memamerkan hasil karya anak-anak dari mata pelajaran-mata pelajaran tertentu. memajang/memamerkan hasil karya anak-anak dari mata pelajaran-mata pelajaran tertentu.

 

B. Sarana Sanitasi

-          Sumber Air Bersih dan Air Minum

Air bersih yang digunakan bersumber dari jaringan air minum Br. Sulahan.

-          Tempat Cuci Tangan

Jumlah wastafel yang ada sebanyak 20 buah, yang tersebar di depan ruang belajar, aula, dan kantin.

-     Kamar Mandi/WC dan Peturasan

a.   Kamar mandi/WC Guru

Satu unit kamar mandi/WC Guru yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung.

b.   Kamar mandi/WC siswa

Dua kelompok kamar mandi/WC siswa yang terdiri dari 5 buah kamar mandi/WC untuk siswa putri dan 4 unit untuk siswa putra yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung.

c. Peturasan

Peturasan untuk siswa laki dengan ukuran 3 m x 3 m

 

-          Penanganan Sampah

a.   Tempat Sampah

Tong sampah yang ada sebanyak 50 buah. Tong sampah ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu tong sampah untuk sampah organic berwarna hijau dan anorganik berwarna kuning.

b.   Tempat Pembuangan Sementara (TPS)

Satu unit tempat pembuangan sementara (TPS) tertutup rapat ada di belakang sekolah yang masing-masing menampung sampah organic, sampah plastic. dan selanjutnya yang tidak bisa diolah di sekolah oleh siswa diangkut untuk di buang ke TPA Kayubihi dengan truk yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten.

 

-     Bak air Limbah Kamar Mandi/WC

Untuk setiap unit kamar mandi/WC, masing-masing sudah dibuatkan septic tank, sehingga air limbah tidak mengalir yang pada akhirnya akan menimbulkan pencemaran. Untuk itu masing-masing air limbah yang berasal dari kamar mandi/WC, sudah ditampung di masing-masing septic tank, sehingga tidak menimbulkan pencemaran dan kebersihan serta kesehatan lingkungan sekolah dapat tetap dijaga dengan baik.

 

 

C. Halaman dan Pekarangan

-     Halaman

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa SMP Negeri 1 Susut berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 7.600 m2 dengan luas lahan yang relative sempit maka pembangunan diatur sedemikian rupa dengan pendekatan berwawasan lingkungan. Pembangunan gedung khususnya ruang kelas/belajar dibangun ke atas atau ruang belajar berlantai dua sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk penataan taman sekolah dan halaman. Untuk keindahan dan kenyamanan belajar di SMP Negeri 1 Susut maka penataan halaman/ruang terbuka diatur dengan menyesuaikan dengan motto sekolah yakni Widya Krisna Bumi yang penataan halamnnya dibagi tiga mandala, yakni sebagai berikut :

a.   Halaman depan (Giridara Mandala)

Giridara Mandala sebagai simbul gunung mencerminkan kesucian dan panutan serta dijunjungnya sebuah kesopanan. Pada halaman depan di pajang, Bola UKS yang selalu berputar yang mengindikasikan bahwa UKS selalu hidup.  Goal UKS yang terdiri dari 12 komponen yang dihindari dalam pelaksanaan UKS, Pesan-pesan UKS dan taman sekolah yang merupakan telajakan masing-masing kelas, kolam ikan yang dilengkapi dengan patung Dewi Saraswati, serta pohon perindang yang memberikan nuansa alami dan sejuk sehingga terkesan bersih, indah, sehat dan menyenangkan.

 

 

Gambar Patung Dewi Saraswati pada Giridara Mandala

 

b.   Halaman Tengah (Basudewa Mandala)

Basudewa Mandala sesuai dengan sifat Basudewa yang disiplin dan teguh terhadap aturan, sehingga pada halaman ini mampu melahirkan penempaan disiplin diri pada semua warga sekolah melalui salah satunya Upacara bendera. Sehingga halaman tengah ini berisi lapangan upacara Bendera yang ditanami rumput mutiara sehingga dimusim hujan akan terjadi peresapan air ke tanah. Disamping itu pinggiran halaman tengah, tepatnya di depan ruang belajar/kelas dan bangunan lain dilengkapi dengan taman sekolah yang sekaligus menjadi taman telajakan masing-masing keindahan dan kesejukan dari halaman tengah.

 

 

 

Gambar lapangan Upacara Bendera pada Basudewa Mandala

 

c.   Halaman Belakang (Dewaki Nandana Mandala)

Dewaki Nandana Mandala mencerminkan Krisna sebagai putra Dewaki sehingga pada halaman ini mampu memberikan penghidupan, , kesejukan, ketentraman, dan kesejahteraan. Sehingga pada halaman ini ada tanaman obat, tanaman pangan, dan kantin sekolah. Halaman belakang adalah merupakan dilengkapi dengan pohon perindang dan jenis tanaman keras lainnya. Kelompok TOGA (tanaman obat keluarga).

 

 

 

Gambar Tanaman TOGA pada Dewaki Nandana Mandala

 

-     Pagar Sekolah

Untuk keamanan lingkungan sekolah telah dibuat pagar keliling sekolah dengan pintu masuk dan keluar yang begitu lebar, sehingga siswa yang masuk dan keluar bisa dengan leluasa dengan tidak harus berdesak-desakan.

-     Kebun Sekolah

Untuk kesejukan dan tempat praktek pelajaran Biologi dan sebagai reboisasi maka kebun sekolah diatur sebagai berikut :

1.       tanaman pelindung dan tanaman produktif

2.       tanaman berkhasiat sebagai obat, apotik hidup

3.       tanaman hias dan bunga sebagai penghias pemandangan sekolah

4.       tanaman pendukung upacara untuk agama Hindu/tanaman upacara

5.       tanaman besar sebagai paru-paru sekolah

 

D. Manajemen PIK-R

Dalam melaksanakan visi dan misi PIK-R Widya Krisna Kencana  SMP Negeri 1 Susut, maka dibuat pengorganisasin pelaksana PIK-R dengan unsur-unsur sebagai berikut.

1.       Tim Pelaksana PIK-R yang terdiri dari unsur pemerintah Kecamatan, Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Guru dan Staf Sekolah, dan siswa.

2.       Program PIK-R Widya Krisna Kencana dijabarkan menjadi 5 (lima) bidang kegiatan antara lain :

a.       Bidang Organisasi

b.       Bidang Diklat Dan Penyuluhan, terdapat

c.       Bidang Litbang Dan Informasi

Didalam bidang litbang dan informasi dibagi menjadi 2 yaitu

-       Kelompok bidang penelitian

-       Kelompok media informasi

d.       Bidang Konseling

e.       Bidang Bakti Remaja

Didalam bidang bakti remaja ini dibagi lagi menjadi 10 kelompok yakni:

-          Kelompok Remaja Kriya Sehat (KRKS)

-          Kelompok Remaja Pelopor Spiritual Sehat (KRPSS)

-          Kelompok Remaja Pelopor Olahraga Sehat (KRPOS)

-          Kelompok Remaja Pelopor Pelayanan Kesehatan (KRPPK)

-          Kelompok Remaja Pelopor Perilaku Hidup sehat (KRPPHS)

-          Kelompok Remaja Pelopor Peduli Gizi (KRPPG)

-          Kelompok Remaja Pelopor Kantin Sehat (KRPKS)

-          Kelompok Remaja Pelopor Peduli Lingkungan (KRPPL)

-          Kelompok Remaja Pelopor Pengelolaan Sampah dan Limbah (KRPPSL)

-          Kelompok Remaja Pelopor TOGA dan Pangan (KRPTP)

  1. Organisasi Pendukung antara lain KSPAN, PKTP, UKS, Ekstrakurikuler
  2. Lembaga Pendukung antara lain Puskesmas, PMI, Desa Adat, PKK, POLSEK

 

Secara ringkas manajemen PIK-R Widya Krisna Kencana  SMP Negeri 1 Susut dapat digambarkan seperti bagan berikut.

 

Struktur PIK-R Widya Krisna Kencana

PEMBINA

 

 

 

PENANGGUNG JAWAB

BIDANG

BAKTI REMAJA

PENGARAH

KETUA

WAKIL KETUA I

WAKIL  KETUA II

SEKRETARIS

BENDAHARA

dw

BIDANG LITBANG & INFORMASI

BIDANG KONSELING

BIDANG DIKLAT  & PENYULUHAN

BIDANG  ORGANISASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.5 Pelaksanaan dan Hasil PIK–R Widya Krisna Kencana

Program PIK-R ini dilaksanakan untuk membantu siswa agar terhindar dari TRIAD KRR yakni seksualitas. Napza, HIV/AIDS,  di SMP Negeri 1 Susut pelaksanaan PIK-R di jabarkan kedalam beberapa bidang, antara lain:

a.        Bidang Organisasi

Kegiatan yang dilakukan dalam bidang organisasi antara lain:

-          Menyediakan segala administrasi yang berkaitan dengan PIK-R

-          Merumuskan dan merencanakan  organisasi kegiatan PIK-R Widya Krisna Kencana

-          Melakukan pemilihan pengurus PIK-R

 

b.       Bidang Diklat Dan Penyuluhan

Dalam bidang diklat dan penyuluhan terdapat kelompok pendidik sebaya yang bertugas menyampaikan informasi tentang TRIAD KRR (seksualitas, napza, HIV/AIDS). Sehingga para kaum remaja bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan misalnya hubungan seksual pra nikah, pelecehan seksual, aborsi, memakai barang-barang terlarang, narkotika,sabu-sabu, minuman keras,dan lain sebagainya.

c.       Bidang Litbang Dan Informasi

Dalam bidang litbang dan iformasi dikelompokkan menjadi 2 (dua) yakni :

-          kelompok penelitian,yang bertugas melakukan penelitian tentang hal-hal yang berkaitan dengan TRIAD KRR

-          kelompok Media  informasi,  membuat brosur tentang PIK-R, membuat blog, membuat majalah dinding.

d.       Bidang Konseling

dalam bidang konseling terdapat kelompok konselor sebaya yang bertugas membantu mereka yang mengalami maslah TRIAD, apabila konselor sebaya tidak bisa membantu pemecahan masalah yang dialami klien maka akan dirujuk ke Guru BK, ke tim medis, atau orang yang lebih ahli lainya.

e.       Bidang Bakti Remaja

Didalam bidang bakti remaja ini dibagi lagi menjadi 10 kelompok yakni:

a)       Pengembangan Kelompok Remaja Pelopor Kriya Sehat. Kelompok ini melingkupi semua program pengembangan diri dengan kegiatan sebagai berikut :

  • Melaksanakan program pengembangan diri yang terdiri dari 10 kegiatan antara lain : seni kriya ngerot, anyaman bambu, menjahit, seni rupa, perak, kontemporer, tabuh, tari, dharmagita, uparengga
  • Memanfaatkan sampah sebagai bahan kerajinan kriya
  • Membuat pameran hasil seni kriya
  • Penyaluran hasil seni kriya kepada dunia usaha dan konsumen

b)       Pengembangan Kelompok Remaja Pelopor Spiritual Sehat dengan kegiatan sebagai berikut.

  • Pelatihan Yoga
  • Melaksanakan persembahyangan di Padmasana pada purnama-tilem.
  • Melaksanakan persembahyangan di Pura-Pura

c)       Pengembangan Kelompok Remaja Pelopor Olahraga Sehat dengan kegiatan sebagai berikut.

§  Mengadakan senam sehat setiap minggu

§  Mengadakan program jalan santai setiap tiga bulan sekali

§  Latihan olahraga prestasi

d)       Pengembangan Kelompok Remaja Pelopor Pelayanan Kesehatan dengan kegiatan sebagai berikut.

  • Pengukuran golongan darah  siswa
  • Pengukuran massa badan siswa
  • Pengukuran tinggi badan siswa
  • Pengukuran lingkar lengan
  • Mengantar siswa sakit yang tidak bisa ditangani di sekolah ke Puskesmas atau rumah sakit
  • Menjenguk siswa sakit ke rumah atau rumah sakit.
  • Pemberian pertolongan pertama pada pasien
  • Pemeriksaan gigi

 

e)       Pengembangan Kelompok Remaja Pelopor Perilaku Hidup Sehat dengan kegiatan sebagai berikut.

  • Mengadakan razia pembuangan sampah
  • Mengadakan razia rokok
  • Mengadakan razia rambut sehat
  • Mengadakan razia perilaku kencing
  • Mengadakan razia makanan kantin
  • Menghimpun dana sehat

 

f)        Pengembangan Kelompok Remaja Pelopor Perbaikan Gizi dengan kegiatan sebagai berikut.

  • Pelatihan Gizi kepada siswa dan orang tua siswa miskin
  • Membuat makanan tambahan mingguan dengan melibatkan orang tua siswa miskin
  • Memproduksi makanan khas sekolah yang bernilai ekonomi dengan melibatkan orang tua siswa miskin

 

g)       Pengembangan Kelompok Remaja Pelopor Kantin Sehat dengan kegiatan sebagai berikut.

§  Penyaluran hasil produksi makanan kecil para orang tua siswa miskin pada kantin sekolah setiap hari

§  Pelayanan Kantin

§  Pemeriksaan makanan layak konsumsi pada kantin sekolah

 

h)       Mengembangkan Kelompok Remaja Pelopor Peduli Lingkungan dengan kegiatan sebagai berikut.

  • Membangun pertamanan sekolah
  • Mengatur penanaman bunga dan pohon
  • Memelihara rumput dan kebun setiap minggu
  • Menggemburkan tanaman setiap sebulan sekali
  • Memberikan pupuk organik setiap dua bulan sekali pada tanaman
  • Pada musin kemarau melakukan penyiraman pada tanaman
  • Mengadakan lomba antar kelas setiap triwulan
  • Mengadakan kerja bakti disekitar areal sekolah
  • Mengadakan kerja bakti di tempat-tempat umum
  • Membuat pembibitan tanaman bunga

i)         Mengembangkan Kelompok Remaja Pelopor Pengelolaan Sampah dan Limbah dengan kegiatan sebagai berikut.

  • Mengolah sampah organik menjadi kompos setiap minggu
  • Mengepak sampah plastik setiap minggu
  • Merapikan sampah kertas dan dipak untuk dijual
  • Mengumpulkan plastik bekas minuman sebagai bahan baku seni kriya
  • Menyalurkan limbah washtaffle ke tanaman untuk penyiraman
  • Penyaluran pupuk kompos kepada konsumen

j)         Mengembangkan Kelompok Remaja Pelopor TOGA dan Pangan dengan kegiatan sebagai berikut.

  • Membuat kebun TOGA
  • Membuat kebun pangan
  • Membuat pembibitan tanaman obat, tanaman langka, dan tanaman pangan
  • Penyaluran bibit tanaman obat, tanaman langka, dan tanaman  pangan kepadakonsumen.
  • Labelisasi Tanaman TOGA
  • Pemanfaatan Tanaman TOGA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

PENUTUP

Dalam mewujudkan segala impian tentang sekolah yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang sehat secara jasmani dan rohani melalui pola hidup sehat, maka pelaksanaan UKS menjadi sangat penting. Keberadaan PIK-R sangat vital dalam peningkatan kesehatan khususnya dikalangan remaja. PIK-R mesti dilakukan dalam berbagai segmentasi kehidupan. Karena sesungguhnya kesehatan adalah sebuah pola hidup. Dengan demikian tidaklah tepat manakala hanya diwacanakan. Namun demikian pewacanan menjadi penting untuk memberikan gambaran betapa pentingnya kesehatan sebagai sebuah budaya yang mesti diterjemahkan dalam kehidupan nyata.

SMP Negeri 1 Susut telah melaksanakan PIK-R secara konsisten dan berkesinambungan. Pembudayaan hidup sehat dilakukan secara sistematis dan progresif pada seluruh warga sekolah. Siswa sebagai panglima bergerak maju melalui bidang-bidang yang ada. Dalam bidang tersebut terdiri dari berbagai kelompok. Kelompok-kelompok tersebut merupakan pionir pengembangan budaya hidup sehat demi terwujudnya generasi yang sehat secara fisik dan mental, berbudaya sehat dalam keseharian, dan memiliki dedikasi terhadap upaya kesehatan lingkungan baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam. Dengan demikian maka remaja akan lebih tahu tentang Triad KRR (Seksualitas, Napza, HIV/AIDS).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Agrodemedia, 2008. Buku Pintar Tanaman Obat. Jakarta : PT Agromedia Pustaka

Asep Mulyadi, dkk. 2006. Ayo Siaga Bencana. Jakarta : PMI Pusat

Departemen Kesehatan RI, 2007, Rumah Tangga Sehat Dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Jakarta : Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI

Departemen Kesehatan RI, 2008, Lakukan Gaya Hidup Sehat Mulai Sekarang, Jakarta : Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI

Herminia de Gusman Ladion, 2006. Tanaman Obat Penyembuh Ajaib. Bandung : Indonesia Publishing House

Kelompok Remaja Pelopor Informasi Sehat, 2009, Profil UKS SMP Negeri 1 Susut. Bangli : Kelompok Remaja Pelopor Informasi Sehat SMP negeri 1 Susut

Lydia harlina Martono dan Satya Joewana, 2003. Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Sekolah. Jakarta : Balai Pustaka

Muadz. Masri,dkk. 2009. Panduan Pengelolaan Pusat Informasi Dan Konseling Remaja. Jakarta: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Direktorat Remaja Dan Perlindungan Hak-hak Reproduksi.

Peni Suparto, 2007. Sekolah Seribu Bunga (panduan gerakan Cinta Lingkungan di Sekolah). Malang : Mimbar Studi Ekologi Dinas pendidikan Kota Malang

Tim Pembina UKS Kabupaten Bangli, 2006. Pedoman Pembinaan Dokter Kecil. Bangli : Tim Pembina UKS Kabupaten Bangli

Tim Pembina UKS Kecamatan Klojen, Resep Saku TOGA, Malang : Tim Pembina UKS Kecamatan Klojen

Tim Pembina UKS Propinsi Bali, 2007. Cara Melaksanakan UKS di Sekolah dan Madrasah. Jakarta : Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depasrtemen Pendidikan Nasional

Tim Pembina UKS Propinsi Bali, 2007. Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah. Jakarta : Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depasrtemen Pendidikan Nasional

 

 

 

 

 

 

Tentang PIK REMAJA WIDYA KRISNA KENCANA

widya krisna kencana
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s